Tragedi kecelakaan maut yang melibatkan KRL dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur pada akhir April 2026 lalu, kini memicu wacana baru di tingkat kementerian. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengusulkan pemindahan posisi gerbong khusus wanita sebagai langkah preventif demi meningkatkan keselamatan penumpang perempuan.

Rencana kebijakan ini seketika membelah opini masyarakat. Beragam komentar pedas hingga dukungan pun membanjiri ruang publik sejak isu pengaturan rangkaian kereta ini mencuat ke permukaan. Presenter kondang Deddy Corbuzier turut melayangkan tanggapan tajam bernada sindiran terkait polemik pengaturan posisi gerbong tersebut.

Lewat gaya bicaranya yang khas, Deddy Corbuzier menyampaikan argumen yang sarat akan unsur sarkasme terhadap wacana kementerian tersebut. Ia menyatakan akan berdiri di pihak perempuan sambil menyindir label-label negatif yang sering disematkan kepadanya selama ini.

Deddy menyiratkan bahwa dirinya sudah lelah dengan berbagai stigma publik yang menganggapnya sebagai penganut maskulinitas beracun. Ia bahkan secara gamblang menyebutkan tudingan tersebut dalam videonya.

“Saya bu akan bela ibu, saya akan bela ibu bu. Mati-matian saya akan bela ibu bu. Kenapa? Yang pertama saya juga udah dianggap rezim. Yang ke-2, saya dianggap toxic masculinity, ke-3 gue tuh patriarki ibu,” kata Deddy dalam video Instagramnya, dikutip Rabu (29/4/2026).

Pria berkepala plontos ini juga menyinggung nilai sejarah mengenai peran pria sebagai pelindung wanita yang sudah ada sejak dahulu kala. Ia mempertanyakan alasan mengapa pengorbanan pria kini kembali menjadi tuntutan utama dalam konteks kebijakan transportasi publik.

“Memang bu benar, ibu ini benar. Dari zaman prasejarah, pria tersebut memang diciptakan dari dulu untuk berkorban buat para wanita,” jelas Deddy dalam video yang kini viral tersebut.

Namun, Deddy memperingatkan bahwa pemindahan gerbong wanita ke tengah rangkaian justru berisiko memicu sentimen seksisme dan pandangan miring lainnya. Ia mengkhawatirkan posisi baru tersebut malah akan membuat penumpang perempuan merasa tidak nyaman karena diapit oleh penumpang pria.

“Nanti ibu akan kena juga. Yang kedua pun nanti yang seksis-seksis ini akan berpikir, ‘Hah? wanita di tengah diapit cowok depan belakang. Ngapain tuh?’” ungkap Deddy memberikan peringatan logis.

Menutup kritikannya, Deddy melontarkan banyolan satir yang menyarankan agar wanita ditempatkan di posisi paling atas rangkaian kereta agar terhindar dari risiko benturan. “Wanita harus berada di atas. Dan kalau seksis, woman on top,” pungkasnya.