BANDA ACEH, 04 Juli 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) hari ini menggelar aksi demonstrasi di Banda Aceh, Aceh, menuntut percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda Sumatra. Aksi yang mengusung tema #AcehPerluBantuanNegara ini menyuarakan keprihatinan atas dampak berat yang masih dihadapi masyarakat Aceh.

Seruan aksi ini disampaikan BEM UI melalui akun Instagram resminya, @bemui_official, pada Kamis (03/07/2026). BEM UI mengajak mahasiswa, masyarakat sipil, dan seluruh elemen rakyat Indonesia untuk bersama-sama menyuarakan tuntutan tersebut. Massa aksi memulai kegiatan pada pukul 14.00 WIB dengan titik kumpul di Stadion H. Dimurthala, Kota Baru, Banda Aceh. Selanjutnya, mereka bergerak menuju Simpang Surabaya di Jalan Medan-Banda Aceh, Lamseupeung, dan Kantor Gubernur Aceh di Jalan Teuku Nyak Arief, Jeulingke.

Dalam keterangannya, BEM UI menyoroti kondisi Aceh yang masih memprihatinkan delapan bulan pasca-tragedi banjir bandang. Terdapat lima wilayah di Aceh yang belum pulih secara struktural, ditandai dengan rumah warga yang runtuh, fasilitas pendidikan terbengkalai, dan lahan perkebunan yang rusak.

Tuntutan Pemulihan Mendesak

“Masyarakat mengaku belum merasakan bantuan yang berarti dari pemerintah,” demikian bunyi keterangan BEM UI dalam unggahan Instagramnya. BEM UI menegaskan bahwa negara wajib melindungi hak dasar warganya sesuai Pasal 28I ayat (4) UUD 1945. Namun, menurut BEM UI, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, justru menganggap pemulihan tersebut sebagai hal yang mudah, sementara rakyat di lapangan masih berjuang dengan ketidakpastian kebutuhan dasar.

“Kita tidak boleh diam!” tegas BEM UI dalam keterangan yang sama. Kondisi ini menunjukkan lambatnya proses rehabilitasi dan minimnya kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar warga. Oleh karena itu, BEM UI bersama elemen masyarakat lainnya turun ke jalan mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil langkah konkret.

Rekayasa Lalu Lintas di Banda Aceh

Menyusul aksi ini, Satuan Lalu Lintas Polresta Banda Aceh memperkirakan akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow di sekitar lokasi unjuk rasa. Pengaturan ini mengacu pada pola yang pernah diterapkan pada aksi serupa di depan Kantor Gubernur Aceh pada Mei 2026. Jalur dari arah Masjid Oman menuju Kantor Gubernur Aceh berpotensi ditutup sementara, sementara arus dari Simpang Mesra menuju RSUD dr. Zainoel Abidin akan diberlakukan skema contraflow. Pengaturan lalu lintas dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi di lapangan.