Sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan berhijab diarak oleh warga di Meulaboh, Aceh, viral di media sosial TikTok pada Senin, 1 Maret 2026. Perempuan yang mengenakan baju merah dan hijab hitam tersebut diduga merupakan seorang staf marketing ponsel dari Dea Store yang terlibat dalam tindakan asusila dengan seorang CEO.
Dalam rekaman video yang beredar luas, perempuan tersebut berjalan di tengah kerumunan warga yang menyorakinya. Banyak warga terlihat mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera ponsel mereka, sehingga video ini muncul dalam berbagai versi.
Narasi yang menyertai video di TikTok menyebutkan bahwa perempuan yang diarak itu adalah seorang sales dari Dea Store. Ia dituding melakukan hubungan terlarang dengan seorang CEO, memicu kemarahan warga setempat.
Sebelum insiden pengarakan, video lain menunjukkan kerumunan warga menggerebek sebuah ruko dengan pintu rolling door tertutup. Ruko tersebut diketahui memiliki plang nama “Shoppe Cell Meulaboh” di bagian atasnya. Setelah beberapa menit, warga berhasil membuka pintu dan perempuan berbaju merah itu keluar, kemudian langsung diarak oleh massa.
Peristiwa ini sontak memicu munculnya berbagai akun dadakan di TikTok yang mengklaim memiliki rekaman video asusila perempuan tersebut. Istilah pencarian “link video Dea Store Meulaboh” pun menjadi trending di platform tersebut.
Netizen banyak yang mencari keberadaan video rekaman aksi mesum yang dimaksud. Namun, banyak akun yang menjajakan tautan di bio atau kolom komentar mereka berisiko tinggi. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan tidak sembarangan mengeklik tautan tersebut, karena banyak di antaranya mengarah ke laman bermuatan phishing dan malware.
sumber gambar: gesit.id 