Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman membagikan “Hagala” atau uang tunai kepada warga di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Minggu (15/3/2026). Aksi ini dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, melanjutkan tradisi lokal yang telah berlangsung lama.
Tradisi “Hagala” dikenal luas oleh masyarakat Palu dan daerah sekitarnya sebagai bentuk berbagi rezeki menjelang Lebaran. Setiap tahun, warga biasanya mendatangi rumah-rumah orang yang dianggap mampu, berharap mendapatkan sedikit rezeki untuk menyambut hari kemenangan.
Di halaman sebuah rumah di Jalan Lagarutu, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, sejak siang hari, warga dari berbagai penjuru berdatangan. Anak-anak, ibu-ibu, hingga para bapak berkerumun dengan wajah penuh harap. Akbar Supratman, yang sedang mudik ke Palu, tampak berdiri mengenakan masker, menyambut satu per satu warga.
Dengan sabar, ia memberikan uang tunai kepada setiap warga yang datang. Jumlah yang diterima bervariasi, ada yang mendapatkan Rp50 ribu, ada pula yang menerima Rp100 ribu. Suasana sore itu penuh kehangatan, dengan anak-anak yang sumringah menunjukkan uang yang baru mereka terima, sementara para orang tua tersenyum dan mengucapkan terima kasih.
Dalam tradisi lokal, “Hagala” memiliki makna yang cukup dalam. Istilah ini diyakini berasal dari bahasa Arab, dari dua suku kata, haq dan Allah. Maknanya sederhana namun kuat: di dalam setiap rezeki yang dimiliki seseorang, terdapat hak Allah yang harus dibagikan kepada sesama. Oleh karena itu, “Hagala” tidak hanya dimaknai sebagai sedekah, tetapi juga menjadi simbol kepedulian sosial, sekaligus pengingat bahwa kebahagiaan menjelang Lebaran sebaiknya dirasakan bersama.
Tradisi ini telah berlangsung sejak lama di Palu dan terus dijaga oleh masyarakat. Setiap Ramadhan menjelang Idul Fitri, pemandangan warga mendatangi rumah-rumah untuk “Hagala” selalu menjadi bagian dari cerita kota. Di tengah keramaian warga yang datang silih berganti, “Hagala” bukan sekadar memberi uang, tetapi merawat nilai berbagi yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Palu.
Akbar Supratman sendiri telah berada di Kota Palu sejak 14 Maret 2026, dalam momentum Ramadhan tahun ini.
