Pelatih tim panjat tebing disiplin speed Indonesia, Galar Pandu Asmoro, menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa atlet. Langkah ini diambil setelah tim meraih satu medali perak dalam ajang World Climbing Series Madrid 2026 di Spanyol, Senin (1/6/2026).

Meski bersyukur atas capaian medali dari sektor putra, Galar menegaskan bahwa tim pelatih belum sepenuhnya puas. Ia menyoroti sejumlah aspek yang memerlukan pembenahan, terutama terkait konsistensi atlet. “Kami akan menyusun program-program untuk mengatasi kekurangan tim kami,” ujar Galar setelah Antasyafi Robby Al Hilmi menyumbangkan satu-satunya medali perak bagi Indonesia dalam kejuaraan tersebut.

Galar menjelaskan, evaluasi akan mencakup berbagai faktor yang memengaruhi performa atlet, mulai dari kondisi fisik, proses pemulihan, hingga adaptasi terhadap cuaca. Pengalaman yang didapatkan di Madrid akan menjadi bekal penting untuk persiapan menghadapi seri-seri berikutnya di sejumlah negara Eropa.

Cuaca panas di Madrid menjadi salah satu tantangan signifikan yang dirasakan hampir seluruh peserta, sehingga turut memengaruhi performa lomba. Selain itu, tim juga akan memfokuskan program pada pemulihan, penguatan fisik, dan peningkatan performa. Hal ini penting agar atlet lebih siap menghadapi persaingan internasional, mengingat beberapa atlet sempat mengalami cedera yang membutuhkan waktu pemulihan panjang.

Antasyafi Robby Al Hilmi berhasil meraih medali perak di nomor speed putra, menandai medali pertamanya di World Climbing Series. Prestasi ini melanjutkan tren positif Robby setelah sebelumnya juga meraih medali perak pada Asian Beach Games 2026. Robby bahkan mencatatkan waktu terbaik pribadinya, 4,72 detik, saat babak semifinal.

Pada babak final, Robby harus mengakui keunggulan atlet China, Shouhong Chu, yang membukukan waktu 4,75 detik. Robby sendiri menyelesaikan lomba dengan catatan waktu 4,81 detik. Secara keseluruhan, hasil di Madrid dinilai lebih baik dibandingkan seri Wujiang, yang hanya menghasilkan satu medali perunggu melalui Desak Made Rita Kusuma Dewi dari nomor speed putri.