Sebanyak 16 jenazah korban kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, telah dipindahkan dari Rumah Sakit (RS) Lubuklinggau ke RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang. Pemindahan dilakukan pada Kamis (7/5) pukul 05.00 WIB untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Proses Identifikasi Jenazah Dimulai
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sumsel, AKBP Andrianto, menjelaskan bahwa seluruh jenazah ditempatkan di ruang pendingin (freezer) sebelum pemeriksaan dimulai. Tim identifikasi yang melibatkan personel dari Jakarta dan tujuh dokter forensik, didampingi 30 personel, mulai bekerja pada pukul 08.00 WIB.
“Kami membentuk tim pagi ini yang juga melibatkan personel dari Jakarta. Total ada tujuh dokter forensik didampingi 30 personel yang mulai bekerja pukul 08.00 WIB,” kata Andrianto di Palembang.
Proses identifikasi ini diakui cukup sulit mengingat kondisi jenazah yang mengalami luka bakar. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi ciri fisik dan pencocokan data medis dengan data primer dari pihak keluarga. Hingga saat ini, diperkirakan sudah ada lima jenazah yang mendekati hasil identifikasi pasti, namun RS Bhayangkara Palembang masih menunggu keputusan pimpinan untuk mengumumkan identitas secara resmi.
Polda Sumsel juga telah mendirikan posko di RS Bhayangkara Palembang untuk memfasilitasi keluarga korban yang ingin melapor dan membawa identitas atau data medis pendukung dalam proses identifikasi.
Lima Korban Mendekati Teridentifikasi
Berdasarkan data sementara, lima korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi, meskipun masih memerlukan pendalaman untuk kepastiannya. Berikut adalah identitas sementara korban:
- Pengemudi truk tangki: Aryanto, 48 tahun, warga Lubuklinggau.
- Penumpang truk tangki: Martono, 47 tahun, seorang petani asal Desa Belani.
- Pengemudi bus ALS: Alif, 44 tahun, asal Jawa Tengah.
- Kru bus ALS: Saf, 50 tahun.
- Kru bus ALS: Maleh, 42 tahun.
Kronologi Kecelakaan
Kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 12.39 WIB pada Rabu (6/5/2026), berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru, mengalami percikan api dari bagian bus saat melintasi wilayah Kecamatan Karang Jaya.
Sopir bus ALS kemudian berupaya mengarahkan kendaraannya ke sisi kanan jalan untuk menghindari potensi bahaya. Namun, dari arah berlawanan, sebuah mobil tangki melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
