PADANG, Rabu (18/2/2026) – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang mengerahkan 600 personel gabungan untuk memastikan kekhusyukan ibadah Ramadan 1447 H. Langkah ini juga diiringi dengan larangan tegas terhadap tradisi Balimau di sungai, menyusul potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir bandang di wilayah Sumatra Barat.

Kepala Kepolisian Resor Kota Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, menjelaskan bahwa pengerahan kekuatan besar ini merupakan respons atas evaluasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Fokus utama petugas adalah menekan angka tawuran, balap liar, serta penggunaan knalpot bising yang kerap meresahkan warga.

Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, saat Ramadan sering terjadi tawuran dan balap liar. Karena itu, hari ini kita lakukan pemetaan titik-titik rawan dan pergelaran personel untuk mengantisipasi kejadian tersebut,” ujar Kombes Pol Apri Wibowo usai apel kesiapsiagaan di Mapolresta Padang, Selasa (17/2/2026).

Strategi Pengamanan Komprehensif Selama Ramadan

Polresta Padang telah menyusun strategi pengamanan yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat selama bulan suci. Berikut adalah rincian fokus pengamanan yang akan diterapkan:

Objek PengamananTindakan Kepolisian
Jalan RayaAntisipasi balap liar dan penertiban knalpot bising/brong.
Pemukiman WargaPatroli intensif saat jam salat Tarawih dan Subuh guna cegah pencurian.
Area Publik/SungaiPengawasan tradisi Balimau dan larangan mandi di sungai akibat cuaca ekstrem.

Larangan Balimau di Sungai Akibat Cuaca Ekstrem

Secara khusus, Kombes Pol Apri Wibowo mengeluarkan peringatan keras terkait tradisi Balimau. Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat, masyarakat diimbau untuk tidak melaksanakan aktivitas mandi di sungai.

“Mengingat potensi banjir bandang akibat cuaca ekstrem, kami mengingatkan masyarakat agar tidak melaksanakan mandi-mandi di sungai demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Instruksi lebih lanjut, seluruh Kapolsek di jajaran Polresta Padang diwajibkan untuk turun langsung ke tengah masyarakat dan memantau plotting personel di lapangan. Hal ini bertujuan agar kehadiran dan upaya pengamanan kepolisian dapat dirasakan secara nyata oleh warga.

Langkah taktis kepolisian ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Padang. Kepala Kesbangpol Kota Padang, Syahendri Barkah, berharap pengamanan terpadu ini dapat menjaga stabilitas keamanan di Kota Padang, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman sepanjang Ramadan.