Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengumumkan bahwa masyarakat menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap penyelenggaraan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Hasil survei menunjukkan indeks kepuasan mencapai 87,43 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan Dudy dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta pada Selasa. Ia merujuk pada data yang dikumpulkan oleh Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM).
“Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM), indeks kepuasan masyarakat untuk penyelenggaraan angkutan Nataru 2025 dan Tahun Baru 2026 adalah sebesar 87,43 menyatakan sangat puas,” ujar Dudy.
Rincian Indeks Kepuasan per Moda Transportasi
Indeks kepuasan masyarakat tersebut bervariasi di setiap moda transportasi. Angka tertinggi dicapai oleh moda kereta api dan angkutan penyeberangan, sementara sepeda motor dan mobil berada di posisi terendah.
- Angkutan kereta api mencatat indeks kepuasan sebesar 93,38 persen.
- Angkutan penyeberangan juga meraih angka tinggi sebesar 93,31 persen.
- Angkutan udara berada di angka 88,98 persen.
- Angkutan laut mencapai 88,09 persen.
- Angkutan bus sebesar 85,32 persen.
- Sepeda motor dan mobil berada di angka 84,76 persen.
Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan Kementerian Perhubungan
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi guna perbaikan di setiap penyelenggaraan event transportasi nasional. Hal ini termasuk pada angkutan Nataru 2025 dan 2026.
“Kementerian Perhubungan senantiasa melakukan evaluasi untuk melakukan perbaikan dari setiap penyelenggaraan event transportasi nasional termasuk pada penyelenggaraan angkutan Natal 2025 dan angkutan Tahun Baru 2026,” kata Dudy.
Pada aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan antar moda, Kemenhub telah melakukan ramp check untuk memastikan kesiapan sarana. Perbaikan spesifik juga direncanakan untuk setiap moda transportasi.
- Moda transportasi darat: Pemasangan kamera CCTV untuk mengukur volume to capacity ratio dan monitoring pemberlakuan Surat Keputusan Bersama (SKB) pembatasan angkutan barang.
- Moda transportasi penyeberangan: Perbaikan terkait akses tiket dan pola waktu perjalanan pemudik.
- Moda transportasi laut: Peningkatan tata kelola muatan penumpang.
- Moda perkeretaapian: Fokus pada keamanan dan keselamatan, termasuk pada perlintasan sebidang.
- Moda transportasi udara: Optimalisasi bandara serta peningkatan kenyamanan dan kecepatan layanan.
Kemenhub juga melakukan langkah antisipatif terhadap cuaca ekstrem dan daerah rawan bencana dengan berkoordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah ini bertujuan untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan berkeselamatan.
Evaluasi lain yang dilakukan meliputi penyelenggaraan kuota dan layanan mudik gratis, penambahan sarana transportasi di simpul-simpul penyeberangan terpadat, evaluasi pemberlakuan SKB pengaturan lalu lintas dan penyeberangan, penambahan fasilitas umum di simpul transportasi, serta penyamaan terminologi pada periode pelaksanaan posko angkutan Nataru dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.
