Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendesak adanya kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah. Dorongan ini bertujuan untuk membangun infrastruktur yang memadai bagi penyelenggaraan berbagai event olahraga, sekaligus mendongkrak partisipasi fisik masyarakat Indonesia yang dinilai masih rendah.

Erick Thohir menyoroti perbandingan kondisi partisipasi olahraga di Indonesia dengan Jepang. Menurutnya, Jepang memiliki 65 persen penduduk yang aktif berolahraga, meskipun populasi mereka cenderung menua. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Indonesia.

“Jepang itu 65 persen berolahraga, padahal umur penduduknya makin tua. Di Indonesia olahraganya masih rendah. Artinya kompleksitas kesehatan orang Indonesia akan terdampak ketika penduduk kita piramidanya berubah, lebih banyak yang tua. Makanya mengolahragakan masyarakat itu yang penting,” kata Erick dalam konferensi pers MS Glow for Men Malang Half Marathon 2026 di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Data Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam berolahraga pada tahun 2023 berada di angka 25,4 persen. Angka ini mengalami penurunan dari 28,4 persen pada tahun 2022. Meskipun demikian, terdapat sedikit kenaikan menjadi 26,3 persen pada tahun 2024.

Untuk meningkatkan angka partisipasi tersebut, Menpora Erick menekankan pentingnya hubungan yang kuat dengan ekosistem industri olahraga. Selain itu, potensi sport tourism, yang memadukan olahraga dengan pariwisata, juga dapat menjadi penguat.

Menurut Erick, sport tourism merupakan potensi baru yang sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia, mengingat nilainya yang mencapai ratusan miliar di pasar global. Indonesia memiliki daya tarik pariwisata yang kuat, seperti keindahan alam dan kekayaan kuliner, yang sangat cocok untuk dikolaborasikan dengan event-event olahraga.

“Ini angka-angka yang saya yakin dengan kolaborasi pemerintah, investasi swasta, dan daya beli masyarakat, dampaknya akan bagus. Belum lagi untuk industri olahraganya,” ujar Erick.

Oleh karena itu, Menpora Erick Thohir kembali menegaskan pentingnya peran pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dalam mendukung penyediaan infrastruktur. Dukungan ini diharapkan mampu menopang penyelenggaraan event olahraga berskala besar, yang pada akhirnya akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah dan negara.