PALU – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Sulawesi Tengah (Kanwil Sulteng) memastikan ketersediaan stok beras di wilayahnya aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan 2026. Saat ini, Bulog Sulteng menguasai Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekitar 22.000 ton.

Kepala Perum Bulog Kanwil Sulteng, Jusri Pakke, menjelaskan bahwa selain stok yang ada, pihaknya juga akan menerima tambahan pasokan beras secara bertahap. Pasokan tersebut berasal dari Sulawesi Selatan sekitar 10.000 ton dan Sulawesi Tenggara sebanyak 6.000 ton.

Stabilitas Harga dan Pasokan

Jusri menambahkan, pengadaan beras pada tahun 2026 juga bersumber dari daerah sentra produksi di Sulteng, meliputi Kabupaten Donggala, Sigi, Parigi Moutong, Poso, Morowali, Luwuk, dan Tolitoli.

“Untuk komoditas beras, minyak goreng, dan gula, kami memperkirakan harga ke depan tetap stabil. Meskipun kami terus memantau kondisi di lapangan, stok yang kami miliki saat ini sangat mencukupi,” ujar Jusri di kantornya, Rabu (4/2).

Secara rinci, Jusri menyebutkan bahwa selain 22.000 ton stok beras CBP, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter. Ketersediaan ini membuat Bulog optimistis mampu menjaga stabilitas harga pangan di Sulawesi Tengah.

“Untuk stok beras dan minyak goreng, kami perkirakan harga tidak akan mengalami kenaikan. Pada Februari ini, kami juga berencana kembali menyalurkan bantuan pangan. Saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat, dengan pola penyaluran seperti sebelumnya, yaitu beras dan minyak,” jelasnya.

Langkah Antisipasi dan Target Penyerapan

Guna mengantisipasi potensi kenaikan harga, Bulog Sulteng terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pelaksanaan gerakan pangan murah.

“Gerakan pangan murah tetap kami laksanakan bersama pemerintah daerah dan seluruh stakeholder. Melalui langkah ini, kami berupaya menjaga harga pangan tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat,” ungkap Jusri.

Pada tahun 2026, Bulog Sulteng menargetkan penyerapan beras sebanyak 11.320 ton. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan realisasi penyerapan tahun 2025 yang mencapai 8.000 ton. Dengan stok yang memadai serta langkah antisipatif yang terus dilakukan, Bulog Sulteng berkomitmen memastikan ketersediaan dan stabilitas pangan tetap terjaga, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.