Arsenal berhasil mengamankan tiket perempat final Liga Champions setelah menundukkan wakil Jerman, Bayer Leverkusen, dengan skor 2-0 pada leg kedua babak 16 besar di Emirates Stadium, Rabu (18/3/2026) dini hari WIB. Kemenangan meyakinkan ini membawa The Gunners unggul agregat 3-1 dan memastikan langkah mereka ke babak delapan besar kompetisi elite Eropa.

Eze dan Rice Jadi Pahlawan Kemenangan The Gunners

Bermain di hadapan publik sendiri, Arsenal tampil percaya diri sejak awal untuk membongkar pertahanan lawan. Setelah beberapa kali melancarkan ancaman, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-36. Gelandang serang Eberechi Eze sukses mencatatkan namanya di papan skor, membawa Arsenal memimpin jalannya laga di babak pertama.

Memasuki paruh kedua, Bayer Leverkusen yang tertinggal agregat mencoba keluar menyerang untuk mencari gol penyeimbang. Namun, alih-alih menyamakan kedudukan, gawang mereka justru kembali kebobolan. Pada menit ke-63, gelandang andalan Arsenal, Declan Rice, tampil sebagai pahlawan dengan mencetak gol kedua yang semakin membenamkan asa tim tamu.

David Raya Tampil Gemilang, Taktik Pergantian Pemain Amankan Hasil

Menjelang akhir pertandingan, Bayer Leverkusen terus menekan demi mencari gol hiburan. Pada menit ke-87, mereka nyaris memperkecil ketertinggalan lewat tembakan keras Kofane dari dalam kotak penalti. Namun, penjaga gawang Arsenal, David Raya, menunjukkan refleks luar biasa dengan melakukan penyelamatan gemilang untuk menepis bola dan menjaga gawangnya tetap perawan.

Memasuki masa injury time (90′), pelatih Arsenal memutuskan untuk melakukan pergantian pemain taktis demi mengamankan kemenangan. Penyerang Viktor Gyökeres ditarik keluar dan digantikan oleh pemain muda Myles Lewis-Skelly. Laga pun ditutup dengan skor 2-0 tanpa balasan, memastikan Arsenal melaju ke babak selanjutnya.

Efektivitas Arsenal Kalahkan Dominasi Penguasaan Bola Leverkusen

Menariknya, data statistik menunjukkan bahwa Bayer Leverkusen sejatinya lebih mendominasi jalannya pertandingan. Tim tamu mencatatkan penguasaan bola hingga 59 persen, sementara Arsenal hanya memegang 41 persen aliran bola. Meski begitu, efektivitas serangan Arsenal sangat luar biasa.

Tuan rumah sukses melepaskan 20 percobaan tembakan dengan angka harapan gol (Expected Goals atau xG) mencapai 1.74. Sebaliknya, penguasaan bola Bayer Leverkusen seakan sia-sia karena mereka hanya sanggup menciptakan 9 tembakan dengan xG yang sangat rendah, yakni 0.52. Hal ini menunjukkan betapa klinisnya penyelesaian akhir The Gunners dalam laga tersebut.