Wakil Ketua Umum I PBSI, Taufik Hidayat, mengisyaratkan adanya evaluasi menyeluruh terhadap jajaran pelatih menyusul kegagalan tim beregu putra Indonesia di ajang Thomas Cup 2026. Pernyataan ini disampaikan Taufik di Pelatnas Cipayung, Jakarta, pada Jumat (8/5), menanggapi hasil minor yang diraih Fajar Alfian dan kawan-kawan.
“Sangat mungkin (adanya perubahan pelatih), kenapa tidak. Apakah ada perubahan di sektor tunggal, bisa saja,” tegas peraih medali emas Olimpiade Athena tersebut. Taufik menambahkan bahwa promosi dan degradasi tidak hanya berlaku bagi atlet, tetapi juga untuk pelatih. “Promosi degradasi (atlet-red) bisa kapan saja dan begitu juga dengan pelatih,” ujarnya.
Sorotan utama tertuju pada sektor tunggal putra, di mana penampilan Alwi Farhan, Mohammad Zaki Ubaidillah, hingga Anthony Sinisuka Ginting dinilai belum mampu mencapai performa maksimal. Kondisi ini memicu potensi evaluasi terhadap pelatih utama Pelatnas Cipayung, Indra Wijaya.
Indra Wijaya, yang juga merupakan kakak kandung Candra Wijaya, dinilai belum berhasil menemukan sentuhan terbaiknya dalam menangani sektor tunggal putra. Padahal, saat membesut sektor tunggal putri, mantan pelatih Lee Zii Jia ini sukses membawa Gregoria Mariska Tunjung, Putri Kusuma Wardani, dan Chiara Marvella Handoyo tampil impresif.
