Institut Perempuan untuk Perubahan Sosial (InSPIRASI) NTB menggandeng sejumlah aktor kunci di Kabupaten Lombok Barat untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TB). Langkah ini dilakukan bertepatan dengan perayaan Hari TB Sedunia tahun 2021, pada Senin, 29 Maret 2021.
Sebagai SSR komunitas Program TBC Komunitas 2021-2023, InSPIRASI NTB yang didukung pendanaan dari Global Fund melalui PR Konsorsium Penabulu – STPI dan SR Provinsi PKBI NTB, menyelenggarakan acara di Ujung Landasan Restaurant and Meeting Room. Kegiatan tersebut mengusung tema “Kader Jaga Kita, Kita Jaga Kader,” sebagai bentuk apresiasi dan dukungan berkelanjutan bagi para kader yang aktif melakukan promosi, edukasi, dan pendampingan pasien TBC, bahkan di tengah pandemi Covid-19.
Kolaborasi Aktor Kunci untuk Eliminasi TB
Perayaan Hari TB Sedunia ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi untuk menciptakan komitmen kolaborasi eliminasi TB di Kabupaten Lombok Barat. Sejumlah aktor kunci yang hadir meliputi Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, Kepala Desa Jembatan Kembar, Front Mahasiswa Lombok Barat, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia NTB, LKM Rinjani, Ant Foundation, Pemuda Muhammadiyah Lombok Barat, LAKPESDAM NU Lombok Barat, pengurus pondok pesantren, komunitas seni, Bale Bace Khatulistiwa, Palang Merah Indonesia Lombok Barat, LTNNU Lombok Barat, serta para kader TB inspiratif.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, drg. Hj Ni Made Ambaryati, M.kes, dalam sambutannya menyoroti penurunan capaian investigasi kontak pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2019. Penurunan ini, menurutnya, disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19 di Indonesia.
Saat ini, insiden TB di Lombok Barat tercatat sebanyak 2.513 kasus, namun temuan kasus baru mencapai 763, atau sekitar 30,36 persen. “Dengan capaian notifikasi kasus yang menurun dan pola pendampingan komunitas yang melandai akibat pembatasan mobilitas dan keamanan kader dari infeksi, membuat pemenuhan target menjadi tersendat,” jelas drg. Ni Made Ambaryati.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan InSPIRASI NTB dan peran vital para kader. “Terima kasih InSPIRASI NTB yang bersedia membantu kami untuk bekerja bersama-sama berupaya mengeliminasi TB di Lombok Barat, terima kasih juga untuk para kader TB yang sudah berkontribusi luar biasa sebagai ujung tombak di masyarakat,” ujarnya.
Peran Urgen Kader dan Anggaran Desa
Direktur InSPIRASI NTB, Nurjanah, menegaskan urgensi peran kader dalam upaya eliminasi TB di Lombok Barat. Menurutnya, kader tidak hanya bertugas menemukan dan merujuk penderita yang dicurigai TB (suspek TB), tetapi juga melakukan penyuluhan, hingga memberikan motivasi agar penderita TB semangat menjalani pengobatan sampai sembuh.
“Semoga kedepan kita semakin bisa menunjukkan wujud Kita Jaga Kader,” harap Nurjanah.
Sementara itu, Kepala Desa Jembatan Kembar, Amirullah, menyoroti kontribusi anggaran desa untuk sektor kesehatan, termasuk penanganan TB. Ia mengungkapkan, di bawah kepemimpinannya, anggaran desa untuk kesehatan mencapai hingga 21 persen, sebagai wujud komitmen dan keberpihakan pemerintah desa pada isu-isu kesehatan.
“Semoga kedepannya dengan adanya kolaborasi ini, pihak pemerintah desa bisa menyediakan data TB hingga ke level dusun, juga bisa membentuk desa Sadar TB,” ungkap Amirullah.
Dalam sesi diskusi, beberapa aktor kunci lainnya menyampaikan kendala di lapangan, terutama terkait lamanya waktu tunggu hasil pemeriksaan dahak dari Puskesmas tanpa kepastian informasi. Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan berjanji akan menindaklanjuti. “Nanti saya tegur,” pungkas drg. Ni Made Ambaryati, memastikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya pasien TB.
