Sebuah video yang menampilkan adegan pertengkaran sengit antara seorang wanita yang disebut sebagai ibu tiri dan anak tirinya di sebuah sempat menggemparkan jagat pada akhir tahun 2025 lalu. Video tersebut dengan cepat menyebar luas, memicu beragam reaksi dari warganet, mulai dari simpati hingga kemarahan atas dugaan perlakuan tidak adil.

Fakta di Balik Konten Viral

Namun, setelah diselidiki lebih lanjut, fakta mengejutkan terkuak: insiden yang terekam dalam video tersebut bukanlah kejadian nyata, melainkan sebuah skenario atau ‘konten settingan’ yang sengaja dibuat. Sejumlah media, termasuk Herald ID, menjadi yang terdepan dalam mengungkap kebenaran di balik video viral yang menyesatkan publik ini.

Video berdurasi singkat itu awalnya menampilkan seorang wanita dewasa yang memarahi dan mendorong seorang remaja perempuan di tengah perkebunan kelapa sawit. Narasi yang menyertainya mengklaim bahwa itu adalah konflik nyata antara ibu tiri dan anak tirinya, memicu gelombang kecaman terhadap sosok ‘ibu tiri’ tersebut dari ribuan pengguna media sosial.

Motif di Balik Konten Settingan

Terungkapnya fakta bahwa video tersebut adalah rekayasa memicu diskusi luas mengenai etika pembuatan konten di platform digital. Motif utama di balik pembuatan konten semacam ini seringkali adalah untuk mengejar viralitas, meningkatkan jumlah penonton, dan mendapatkan perhatian di media sosial, tanpa mempertimbangkan dampak misinformasi yang ditimbulkan.

Pakar komunikasi sosial, Dr. Rina Wijaya, dalam sebuah wawancara pada awal tahun 2026, menyatakan keprihatinannya.