Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan peran strategis Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA dalam mendukung komunikasi publik pemerintah. Menurut Meutya, ANTARA menjadi rujukan utama untuk penyampaian informasi yang cepat, tepat, dan menarik bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Meutya Hafid saat memberikan arahan dalam Forum Bakohumas bertajuk “GPR Outlook 2026: Satu Narasi, Bangun Reputasi Negeri” yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Rabu (4/2/2026). Dalam kesempatan itu, Meutya juga secara langsung mengucapkan selamat kepada Direktur Utama LKBN ANTARA yang baru dilantik, Benny Siga Butarbutar.
Peran Vital ANTARA dalam Informasi Publik
Meutya Hafid menyoroti kehadiran Direktur Utama ANTARA dalam forum tersebut sebagai penegasan posisi kantor berita negara. “Sambil mengucapkan selamat secara langsung, karena saya baru bertemu sejak beliau dilantik, Bapak Dirut LKBN ANTARA, Bapak Benny Siga Butarbutar,” ujar Meutya.
Ia menambahkan bahwa ANTARA merupakan kanal penting bagi kementerian dan lembaga pemerintah untuk menyebarkan informasi secara cepat. “Kehadiran Pak Benny juga menegaskan Bapak-Ibu nanti kalau ada yang perlu segera cepat dinaikkan, ada ANTARA,” katanya.
Selain kecepatan, Meutya juga menekankan pentingnya akurasi dan daya tarik dalam penyajian informasi pemerintah. “Yang penting beritanya bagus, tepat, informasi pemerintah harus tepat dan juga jangan lupa tetap menarik. Karena tepat tapi tidak menarik, kasihan nanti nggak ada yang baca di ANTARA-nya,” tegasnya.
Komunikasi Publik sebagai Bagian Kepemimpinan Negara
Lebih lanjut, Meutya memandang bahwa komunikasi publik kini bukan lagi sekadar fungsi pendukung, melainkan telah menjadi bagian integral dari kepemimpinan negara. “Kita paham bahwa komunikasi publik bukan sekedar fungsi pendukung tapi telah menjadi bagian dari kepemimpinan negara itu sendiri,” jelasnya.
Presiden, lanjut Meutya, memberikan perhatian besar terhadap cara pemerintah menyampaikan program-program kepada masyarakat. Hal ini dikarenakan program yang baik adalah program yang dapat dipahami dengan baik oleh publik. “Karena pada dasarnya program yang baik adalah program yang dapat pertama dipahami oleh masyarakat,” tutup Meutya.
Forum Bakohumas 2026 sendiri menjadi platform konsolidasi bagi para praktisi humas pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk menyelaraskan arah komunikasi nasional dalam upaya menjaga reputasi negara di tengah derasnya arus informasi digital.
