Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) memastikan kesiapan layanan komunikasi dan perlindungan digital untuk menghadapi lonjakan trafik selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Penguatan jaringan difokuskan di wilayah operasional Circle Jakarta Raya dan Jawa Barat, serta ratusan titik strategis lainnya di seluruh Indonesia.
Optimasi Jaringan di Jalur Mudik dan Titik Strategis
EVP-Head of Circle Jakarta Raya Indosat, Swandi Tjia, menjelaskan bahwa perusahaan mengusung semangat “You Only Need One” (YONO) dalam kampanye #LebihBaikIndosat. Langkah ini diambil untuk menjamin konektivitas yang andal bagi masyarakat di momen penting.
“Kami percaya, di momen terpenting masyarakat hanya membutuhkan satu koneksi yang benar-benar bisa diandalkan, kuat jaringannya, aman digitalnya, dan nyata kepeduliannya,” ujar Swandi.
Penguatan jaringan mencakup lebih dari 75 jalur mudik dan ratusan titik strategis. Wilayah Circle Jakarta Raya, yang meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang, Banten, hingga Jawa Barat, menjadi prioritas utama. Swandi menambahkan bahwa lonjakan trafik tertinggi di wilayah tersebut tercatat di Bogor, Tangerang, Sukabumi, dan Garut, dengan kenaikan antara 18 hingga 47 persen.
“Wilayah outer Jakarta menjadi fokus penguatan. Kami memastikan pengalaman digital pelanggan tetap stabil selama Ramadan hingga Idulfitri,” tegasnya.
Indosat juga menyediakan beragam pilihan layanan melalui brand IM3, Tri, dan HiFi Air, mulai dari paket kuota internet hingga layanan rumah tangga berbasis jaringan tetap.
Antisipasi Kejahatan Digital dengan Fitur SatSpam
Selain penguatan jaringan, Indosat turut mengantisipasi peningkatan kejahatan digital yang kerap terjadi menjelang Lebaran. SVP-Head of Region West Java Indosat, Mgs. Moh. Ali Safitri, menyoroti potensi penipuan yang meningkat saat masyarakat menerima Tunjangan Hari Raya (THR).
“Tren kejahatan digital memang bukan hal baru, tetapi frekuensinya semakin meningkat. Menjelang Lebaran, ketika masyarakat menerima THR dan memiliki anggaran lebih, potensi penipuan juga meningkat,” kata Ali.
Modus penipuan, lanjut Ali, umumnya dilakukan melalui telepon, pesan singkat, hingga aplikasi perpesanan. Untuk itu, Indosat menghadirkan fitur perlindungan digital bernama SatSpam bagi pelanggan IM3 dan Tri.
“SatSpam memberikan peringatan dini terhadap nomor tidak dikenal yang terindikasi melakukan penipuan atau aktivitas mencurigakan. Fitur ini tidak hanya memproteksi panggilan telepon biasa, tetapi juga panggilan WhatsApp dan SMS,” jelasnya.
Ali menerangkan, sistem SatSpam didukung teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengidentifikasi dan mengategorikan nomor berdasarkan potensi risiko, seperti nomor penipuan, pemasaran, atau promosi. “Dengan dukungan AI, sistem kami bisa mengenali pola nomor yang sering digunakan untuk penipuan. Pelanggan akan mendapat notifikasi lebih awal sebagai langkah pencegahan,” tambahnya.
Layanan perlindungan SatSpam ini tersedia gratis bagi seluruh pelanggan IM3 dan Tri. Pelanggan yang menggunakan kuota internet dari kedua brand tersebut secara otomatis akan mendapatkan perlindungan ini.
Melalui upaya penguatan jaringan dan perlindungan digital ini, Indosat berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri 2026 dengan koneksi yang stabil, aman, serta terhindar dari gangguan komunikasi maupun ancaman kejahatan siber.
sumber gambar: mediaindonesia.com 