PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui entitas PLN Nusantara Renewables secara resmi memulai fase konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates. Megaproyek berkapasitas 100 MWac atau setara 133 MWp ini berlokasi di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dan ditargetkan mampu mengalirkan listrik ramah lingkungan untuk sekitar 100.000 rumah tangga.

PLTS Terapung Karangkates akan berdiri di atas area waduk seluas 71 hektare. Proyek ini dieksekusi oleh PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI) sebagai respons atas penugasan dari PT PLN (Persero) sejak tahun 2022. Penugasan tersebut bertujuan untuk mendukung kemandirian energi nasional serta memenuhi komitmen Indonesia dalam Paris Agreement.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyatakan bahwa proyek ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan (EBT) nasional. “PLTS Terapung Karangkates menjadi langkah strategis PLN Nusantara Power Group dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan (EBT) nasional. Proyek ini bukan sekadar membangun pembangkit, tetapi mencerminkan kolaborasi dan pemanfaatan optimal aset negara untuk masa depan energi yang lebih hijau,” kata Ruly pada Rabu (11/3/2026).

Progres Konstruksi dan Perizinan

Memasuki pertengahan kuartal pertama 2026, proyek ini telah menunjukkan progres signifikan. Fase konstruksi secara resmi dimulai dengan Soft Launching Ceremony pada 10 Februari lalu. Dari sisi pengadaan, material apung (floater) untuk kapasitas 5 MW telah tiba di lokasi proyek. Saat ini, proses fabrikasi modul fotovoltaik (PV), inverter, dan sisa floater terus dikebut, beriringan dengan proses persetujuan desain teknis (engineering).

Penataan Keramba Jaring Apung (KJA) di area waduk juga telah rampung pada akhir Januari 2026. Sejumlah dokumen krusial seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) telah diselesaikan. Perizinan lanjutan ditargetkan tuntas sepenuhnya pada Maret 2026 ini.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Selain berdampak positif pada bauran kelistrikan nasional, PLTS yang hanya memanfaatkan sekitar 5,3 persen dari total luasan Waduk Karangkates ini diyakini akan membawa efek berganda bagi perekonomian warga sekitar. Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara Renewables, Ndaru Tri Hatmoko, mengungkapkan bahwa PLTS ini memiliki daya tekan emisi yang sangat masif. “Pembangkit ini berpotensi menekan emisi karbon hingga 181.700 ton CO2 per tahun. Lebih dari itu, proyek ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah secara sosial ekonomi,” ungkap Ndaru.

Hadirnya PLTS Terapung Karangkates diperkirakan akan menyerap sekitar 600 tenaga kerja baru. Proyek infrastruktur hijau ini juga diyakini mampu menarik investasi dan pendanaan internasional, mendorong roda ekonomi lokal, serta menciptakan potensi ekowisata baru di wilayah Kabupaten Malang.