IPNU-IPPNU Jabon Sidoarjo menggelar forum diskusi bertajuk Kumpul Asik Lan Diskusi (Kuasai) pada Senin, 4 Mei 2026. Acara yang berlangsung di Aula Gedung NU Jabon ini secara khusus mengingatkan generasi muda akan bahaya standar semu serta tekanan di media sosial yang kian deras.
Topik ini dinilai semakin relevan mengingat meningkatnya konsumsi konten digital. Konten tersebut tidak hanya membentuk opini, tetapi juga memengaruhi kondisi mental dan cara pandang anak muda terhadap diri sendiri.
Pembina IPNU-IPPNU Jabon, H. Sirojul Chakim, menyoroti dua sisi ruang digital. Menurutnya, akses informasi memang terbuka lebar, namun di saat yang sama muncul tekanan sosial dan standar semu yang kerap memicu perbandingan.
Ia menegaskan, “Tanpa kesadaran diri yang kuat, seseorang bisa kehilangan arah bahkan jati dirinya.” Sirojul menggambarkan bagaimana arus konten yang terus berganti dapat memengaruhi pola pikir dan emosi pengguna. Jika tidak disaring dengan baik, kebiasaan tersebut berpotensi menjauhkan individu dari nilai yang diyakini.
Dalam forum tersebut, konsep keutuhan diri menjadi pokok bahasan utama. Keutuhan tidak hanya dilihat dari sikap lahiriah seperti perilaku dan penampilan, tetapi juga kondisi batin yang mencakup pikiran, perasaan, akal, hingga hati.
Ketika dua aspek tersebut berjalan selaras, seseorang dinilai lebih siap menghadapi tekanan sekaligus tetap memiliki pegangan hidup yang jelas.
Peserta juga didorong untuk lebih selektif dalam beraktivitas di ruang digital. Kemampuan memilah informasi serta memahami dampak dari setiap unggahan dianggap penting. Hal ini bertujuan agar media digital tidak sekadar menjadi ruang konsumsi, tetapi juga sarana pengembangan diri.
Ketua PAC IPNU Jabon, M. Imam Sufajar, menegaskan bahwa membangun ruang digital yang sehat tidak bisa dilakukan sendiri. Ia menyatakan, “Perlu kesadaran bersama. Sikap bijak dan saling menguatkan jadi kunci.”
Melalui kegiatan ini, IPNU-IPPNU Jabon berharap generasi muda mampu memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan arah. Mereka juga diharapkan tetap memberi kontribusi positif di tengah perubahan zaman.
