Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya memastikan proyek Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) yang menghubungkan Sememi, Gelora Bung Tomo (GBT), hingga Teluk Lamong ditargetkan rampung pada Juli 2027. Pernyataan ini disampaikan menyusul dimulainya tahap uji coba rekayasa lalu lintas untuk Radial Road penghubung Jalan Mayjend Jonosewoyo dengan Jalan Lontar sejak Senin, 29 Juni 2026.
Kepala DSDABM Kota Surabaya, Ir. Hidayat Syah, menjelaskan bahwa uji coba Radial Road telah berjalan. “Kita baru ini kan Radial Road yang kemarin itu, sekarang lagi uji coba dengan rekayasa lalu lintas juga. Terus juga ada jalan yang nanti di JLLB menghubungkan Sememi dengan GBT situ, untuk Teluk Lamong,” kata Hidayat Syah dalam program talkshow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya pada Jumat, 3 Juli 2026.
Hidayat Syah menambahkan, proyek JLLB yang akan menjangkau Teluk Lamong tersebut sudah mulai dikerjakan. Ia optimistis penyelesaiannya dapat tercapai tahun depan. “Sekarang sudah mulai. Jadi, tahun depan, nanti mungkin Juli selesai. Tahun depan selesai,” tegasnya.
Selain JLLB, DSDABM juga tengah fokus pada pembangunan jembatan di Jalur Lingkar Dalam Barat (JLDB). Dedy Purwito, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Kota Surabaya, merinci bahwa pekerjaan JLDB tahun ini difokuskan untuk menghubungkan kawasan Royal Residence menuju Jalan Wiyung.
“Untuk JLDB tahun ini kita membangun jembatan. Jadi nanti menghubungkan perumahan Royal Residence itu sampai ke Jalan Wiyung ya, melewati dua developer,” ungkap Dedy Purwito.
Proyek JLDB ini diharapkan dapat membuka akses baru dan secara signifikan mengurangi beban lalu lintas di wilayah barat Kota Surabaya, memberikan solusi kemacetan yang kerap terjadi.
