Kontroversi terkait unggahan media sosial yang melibatkan anak-anak Na Daehoon dan Julia Prastini akhirnya menemui titik terang. Safrie Ramadhan secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan keluarga Na Daehoon pada Rabu (6/5).
Safrie Akui Ketidakdewasaan
Permintaan maaf Safrie Ramadhan ini menyusul kritik keras yang muncul setelah ia mengunggah potret tiga anak Na Daehoon dengan keterangan yang dinilai tidak pantas. Unggahan tersebut memicu reaksi kemarahan dari Na Daehoon, yang merasa anak-anaknya dijadikan bahan candaan di ruang publik.
“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi. Apa yang saya lakukan tidak dapat dibenarkan dan merupakan bentuk ketidakdewasaan saya dalam bersosial media,” tulis Safrie dalam unggahan permintaan maafnya, dikutip Rabu (6/5).
Tidak hanya kepada publik, Safrie juga menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Na Daehoon dan keluarganya. Ia menegaskan tidak memiliki niat buruk di balik unggahan tersebut, meskipun mengakui perbuatannya tetap tidak dapat dibenarkan.
“Saya juga meminta maaf kepada saudara Na Daehoon dan keluarga atas apa yang sudah saya posting di sosial media,” kata Safrie.
“Saya tidak bermaksud apa pun atas perbuatan saya, memang pure ketidakdewasaan saya dan saya pun mengharapkan agar saudara Na Daehoon dan keluarga membukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” tambahnya.
Safrie berjanji akan lebih berhati-hati dan bersikap dewasa dalam menggunakan media sosial ke depannya. “Saya pun terus berusaha agar lebih dewasa dalam bersosial media dan saya berjanji bahwa kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali,” tutupnya.
Reaksi Keras Na Daehoon dan Hak Asuh Anak
Sebelumnya, Na Daehoon meluapkan emosinya melalui media sosial, memberikan peringatan keras kepada Safrie serta mantan istrinya, Julia Prastini. Ia menilai tindakan tersebut telah melewati batas karena melibatkan anak-anak yang seharusnya dilindungi, bukan dijadikan konten.
Na Daehoon juga menegaskan status hak asuh anak-anaknya. “Saya ingin meluruskan beberapa hal. Pertama, hak asuh anak-anak secara sah berada 100% pada saya berdasarkan putusan perceraian yang telah berkekuatan hukum tetap,” tulis pria asal Korea Selatan tersebut.
Ia juga menyatakan akan membatasi akses anak-anak dengan mantan istrinya. “Saya akan membatasi akses anak-anak dengan mantan istri. Keputusan ini bukan diambil karena emosi, dendam, atau keinginan untuk memisahkan anak-anak dari ibu kandungnya, melainkan semata-mata demi menjaga keamanan, kenyamanan, kesehatan mental, serta tumbuh kembang anak-anak,” lanjutnya.
Di tengah polemik yang berkembang, Na Daehoon tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum terhadap pihak yang dianggap merugikan dirinya. Ia berharap anak-anaknya dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan jauh dari konflik orang dewasa.
