Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan berupaya mempercepat proses deportasi anak-anak migran yang saat ini berada dalam tahanan Amerika Serikat. Langkah ini diambil di tengah tekanan Gedung Putih untuk mempercepat penanganan kasus anak-anak migran, sebagaimana diungkapkan oleh laporan CNN pada Selasa, 28 April 2026.

Percepatan ini menyebabkan jadwal sidang imigrasi dimajukan beberapa minggu atau bahkan bulan dari tanggal seharusnya. Kondisi ini mempersulit pekerjaan para pengacara dan seringkali memaksa anak-anak untuk mempresentasikan kasus mereka di pengadilan berkali-kali, bahkan tak jarang tanpa bantuan hukum.

Pemerintah Klaim Cegah Perdagangan Manusia

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS (HHS), Andrew Nixon, menjelaskan kepada CNN bahwa pihaknya berfokus pada penyelesaian kasus anak-anak tanpa pendamping secara cepat, efisien, dan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Nixon menegaskan, “Banyak dari anak-anak tersebut berisiko menjadi korban perdagangan manusia dan eksploitasi; dan dalam beberapa kasus, mereka dibawa melintasi perbatasan oleh kartel dalam kondisi berbahaya dan memaksa. Dengan mempercepat proses kasus mereka, maka itu akan membantu dengan mengganggu jaringan tersebut dan memastikan anak-anak kembali ke lingkungan yang aman secepat mungkin.”

Organisasi Migran Khawatir Dampak Emosional

Namun, perwakilan dari organisasi yang mewakili anak-anak migran menyatakan kekhawatiran mendalam. Mereka menyebut bahwa percepatan proses kasus ini akan menimbulkan tekanan emosional “sangat besar” pada anak-anak, membuat mereka merasa bingung, takut, dan frustrasi.

Laporan ini bersumber dari Sputnik/RIA Novosti.