Masjid Besar At-Taqwa Wates di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, telah lama menjadi ikon keagamaan dan pusat aktivitas umat Islam setempat. Berdiri sejak tahun 1950, masjid ini tidak hanya dikenal sebagai yang terbesar di wilayahnya, tetapi juga karena transformasinya yang signifikan dari arsitektur tradisional menjadi modern, mengikuti perkembangan zaman.

Sejarah dan Transformasi Arsitektur

Menurut Ahmad Sultan, Ketua Takmir Masjid Besar At-Taqwa Wates, keberadaan masjid ini telah mengakar kuat dalam sejarah lokal. “Menurut cerita para sesepuh, masjid ini berdiri sekitar tahun 1950. Seiring waktu, bangunan masjid sudah beberapa kali mengalami perubahan dari bentuk awalnya,” jelas Ahmad Sultan.

Perubahan paling mencolok terjadi pada awal tahun 2000-an melalui renovasi besar. Jika masjid-masjid tua di Jawa umumnya mengadopsi filosofi arsitektur tradisional seperti Masjid Agung Demak dengan bentuk joglo yang kental unsur budaya Jawa, Masjid Besar At-Taqwa Wates justru memilih jalur modernisasi. Desainnya kini lebih mengikuti tren arsitektur masjid kontemporer, bahkan terinspirasi gaya Timur Tengah, khususnya Turki.

“Sekarang banyak masjid baru yang mengikuti arsitektur Turki. Kalau dulu, masjid-masjid di Jawa cenderung menyesuaikan dengan konsep seperti Masjid Demak yang memiliki filosofi Jawa,” tambah Ahmad Sultan, yang akrab disapa Gus Tata.

Salah satu fitur arsitektur modern yang menonjol adalah bentuk atap menyerupai bukit, dihiasi ornamen kaca berwarna berbentuk segitiga di atas pintu masuk. “Kalau malam hari, kaca warna-warni itu terlihat lebih menyala dan memberi kesan eksotis pada bangunan masjid,” ungkapnya.

Dibangun dari Wakaf dan Terus Berkembang

Masjid Besar At-Taqwa Wates didirikan di atas tanah wakaf seorang lurah pada masanya, yang dikenal dengan sebutan Mbah Lurah Temboro. Hingga kini, pengelolaan dan pengembangannya masih diteruskan oleh generasi penerus masyarakat setempat.

Saat ini, kompleks masjid terus mengalami pengembangan. Sebuah bangunan baru berlantai dua yang lebih luas sedang dibangun di sisi timur bangunan utama. Meskipun masih dalam tahap penyempurnaan, lantai dua bangunan baru sudah dapat digunakan untuk kegiatan ibadah.

Pada malam hari, kemegahan masjid semakin terpancar berkat pencahayaan penuh. Kaca-kaca berwarna biru, merah, dan kuning pada bangunan baru memantulkan cahaya lampu, menciptakan kesan megah sekaligus hangat. “Kalau malam lampunya menyala semua. Kaca biru, merah, dan kuning di bangunan baru terlihat indah. Siang hari sudah bagus, tapi malam lebih eksotis,” kata Ahmad Sultan.

Pusat Kegiatan Keagamaan Umat

Sebagai masjid besar tingkat kecamatan, Masjid Besar At-Taqwa Wates memegang peran vital dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Masjid ini mampu menampung sekitar 1.500 jemaah saat Salat Idulfitri, dengan memanfaatkan lantai satu, lantai dua, serta area sekitar masjid.

Selain salat lima waktu, masjid ini juga menjadi tuan rumah bagi beragam kegiatan keagamaan rutin sepanjang tahun. Setidaknya ada delapan kelompok pengajian yang aktif, meliputi:

  • Pengajian warga
  • TPQ untuk anak-anak
  • Pengajian ibu-ibu dan guru ngaji setiap akhir pekan
  • Kajian pemuda setiap malam Kamis
  • Majelis ibu-ibu Al-Ma Wadah yang diikuti hampir 300 anggota setiap bulan
  • Selawatan bapak-bapak setiap malam Jumat

Aktivitas Ramadan yang Meningkat

Selama bulan suci Ramadan, aktivitas di Masjid Besar At-Taqwa Wates semakin semarak. Selain salat berjemaah lima waktu, masjid ini rutin menggelar kajian sore menjelang berbuka puasa, yang kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama setiap hari. Pengurus masjid menyiapkan minimal 100 porsi makanan berbuka puasa setiap hari bagi jemaah dan musafir.

“Minimal 100 porsi setiap hari kami sediakan untuk berbuka bersama,” ujar Ahmad Sultan.

Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan salat tarawih dan tadarus Al-Qur’an. Bahkan setelah salat Subuh, jemaah masih dapat mengikuti kegiatan keagamaan rutin yang diselenggarakan di masjid tersebut.

Dengan sejarah panjang sejak 1950, dukungan wakaf dari tokoh masyarakat, serta pengembangan yang terus berjalan, Masjid Besar At-Taqwa Wates tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan kebersamaan umat Islam di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.