PT Pertamina Patra Niaga mengintensifkan inspeksi terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sulawesi Tengah menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas dan kuantitas Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disalurkan kepada masyarakat memenuhi standar kelayakan.
Sales Area Manager Sulawesi Tengah PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Mochammad Chasanudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas Rafi) 2026. “Langkah kami lakukan sebagai upaya untuk menjamin produk dijual kepada masyarakat memenuhi standar kelayakan,” kata Chasanudin saat melakukan inspeksi di salah satu SPBU Kota Palu pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Chasanudin menegaskan, selama masa mudik hingga arus balik nanti, Pertamina akan konsisten mengoptimalkan pelayanan pemenuhan kebutuhan energi. Prioritas utama adalah memastikan pelayanan di SPBU maupun pangkalan elpiji subsidi berjalan dengan baik sebelum puncak masa mudik Lebaran.
Tera Ulang Mesin Pompa BBM di Palu
Dalam inspeksi tersebut, Pertamina melakukan tera ulang terhadap mesin pompa BBM subsidi dan non-subsidi di SPBU Jalan Moh Yamin, Kota Palu. Proses ini bertujuan untuk mengukur akurasi minyak yang keluar dari nosel mesin pompa.
Hasilnya, Chasanudin menyatakan tidak ditemukan kejanggalan. “Tidak ditemukan ada kejanggalan pada mesin pompa, begitu pun akurasi minyak keluar dari nosel seusai takaran, termasuk warna BBM sesuai jenis masing-masing,” ujarnya.
Penambahan Pasokan dan Imbauan kepada Masyarakat
Berdasarkan data Pertamina, pasokan BBM di Sulawesi Tengah telah ditambah sebanyak 15 persen selama bulan Ramadhan. Rata-rata konsumsi harian BBM di provinsi tersebut mencapai 1.900 kiloliter (Kl).
Pertamina tidak menutup kemungkinan akan kembali menambah pasokan selama masa penugasan Satgas Rafi, mengingat mobilitas masyarakat yang tinggi saat mudik dan libur Lebaran. Hal ini berkaca pada pengalaman perayaan Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya.
Chasanudin juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi eskalasi konflik di Timur Tengah, karena pemerintah selalu berupaya menjaga ketahanan pasokan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Ia juga mengajak masyarakat untuk menggunakan BBM sesuai peruntukannya dan meminta pihak SPBU tidak melakukan tindakan yang melanggar ketentuan aturan kemitraan, terutama terkait penjualan produk subsidi.
Kolaborasi dalam Inspeksi
Kegiatan inspeksi ini dilaksanakan secara serentak di Sulawesi Tengah dan melibatkan berbagai pihak. Pertamina menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah (bidang metrologi), Hiswana Migas, pihak Fuel Terminal BBM Loli, serta pengusaha SPBU setempat.
