Penyanyi kenamaan Indonesia, Oxavia Aldiano atau yang akrab disapa Vidi Aldiano, meninggal dunia pada Jumat, 7 Maret 2026. Vidi menghembuskan napas terakhirnya di usia 35 tahun setelah berjuang melawan penyakit kanker ginjal yang dideritanya selama tujuh tahun terakhir.
Perjuangan Melawan Kanker Ginjal
Vidi Aldiano divonis mengidap kanker ginjal stadium 3 pada akhir tahun 2019. Kondisi ini mengharuskannya menjalani operasi pengangkatan ginjal sebelah kiri pada 13 Desember 2019 di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Setelah operasi, penelitian lebih lanjut oleh dokter di Singapura mengonfirmasi bahwa tipe kanker yang diidapnya tergolong ganas.
Pada tahun 2021, sel kanker ditemukan kembali di bantalan ginjalnya dengan tipe yang sama. Sejak saat itu, Vidi rutin menjalani pengobatan kemoterapi setiap tiga minggu sekali. Perjalanan pengobatannya juga mencakup detoksifikasi tubuh di Koh Samui, Thailand pada tahun 2024, yang menyebabkan penurunan berat badan signifikan hingga 6-7 kilogram karena hanya diperbolehkan mengonsumsi cairan. Kondisi ini sempat berdampak pada kesehatan mentalnya, memicu gangguan dismorfik tubuh.
Profil dan Awal Karier Musik
Lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990, Vidi Aldiano adalah putra pertama pasangan Harry Aprianto Kissowo dan Besbarini. Ia mewarisi darah Jawa dari sang ayah dan Minangkabau dari sang ibu. Ayahnya dikenal sebagai pemilik sekaligus Direktur PT Tiga Bintang Nusantara, produsen perangkat speaker merek V8sound.com, sementara ibunya adalah seorang guru kursus piano. Vidi juga merupakan cucu dari penyanyi keroncong legendaris S. Darsih Kissowo.
Nama depannya, Oxavia, memiliki makna seimbang, sementara Aldiano adalah akronim dari “Alhamdulillah Dia Nongol,” yang diucapkan sang ayah saat Vidi dan ibunya selamat dari proses kelahiran yang sulit. Vidi memiliki dua adik, Diva Stradivaryan dan Vadi Akbar, yang juga berkecimpung di dunia tarik suara.
Vidi memulai karier musiknya pada tahun 2008 dengan merilis album Pelangi di Malam Hari. Lagu-lagu seperti “Nuansa Bening” dan “Status Palsu” dari album tersebut sukses di pasaran dan melambungkan namanya. Pada tahun 2009, ia meraih penghargaan pertamanya sebagai Penyanyi Pria Terfavorit dari MTV Indonesia Awards. Album studio ketiganya, Persona (2016), bahkan meraih sertifikasi Triple Platinum setelah lima bulan penjualan fisik mencapai 250.000 keping.
Pendidikan dan Kecintaan pada Musik
Sejak kecil, Vidi dibesarkan dalam keluarga yang sangat menghargai musik. Ia gemar mendengarkan jingle iklan televisi dan suara azan, kerap bersenandung mengikuti nada. Orang tuanya mendaftarkannya ke berbagai lomba menyanyi, dan Vidi meraih juara ketiga pada lomba menyanyi tingkat kanak-kanak pertamanya di usia dua setengah tahun.
Pada usia tiga tahun, Vidi mulai belajar piano di bawah bimbingan ibunya, kemudian melanjutkan dengan biola saat SD. Ia mulai serius bernyanyi memasuki masa SMP. Semasa kecil, Vidi dikenal sebagai anak pemalu dan kutu buku, yang membuatnya lebih sering menghabiskan waktu istirahat di perpustakaan.
Vidi menempuh pendidikan dasar hingga menengah atas di Yayasan Al-Azhar, meliputi SDI Al Azhar 4, Kebayoran Lama (1996–2002), SMPI Al Azhar 3, Bintaro (2002–2005), dan SMAI Al Azhar 1, Kebayoran Baru (2005–2008). Semasa SMA, ia sempat tergabung dalam grup musik bersama Raisa, namun grup tersebut tidak bertahan lama karena kendala biaya transportasi.
Setelah lulus SMA, Vidi melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Pelita Harapan, awalnya mengambil Teknik Elektro sebelum pindah ke program studi Manajemen. Di tengah perkuliahan, ia mengikuti Summer Program di Berklee College Of Music, Amerika Serikat, pada Juli-Agustus 2012, untuk mendalami Pertunjukan Vokal dan belajar teknik vokal, teori, musikalisasi, serta sejarah musik secara formal. Ia menyelesaikan studi S1-nya pada 2013 dengan IPK 3,62.
Vidi kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Università Manchester, Inggris, mengambil program studi Innovation Management and Entrepreneurship mulai November 2013. Ia menyelesaikan tesisnya dalam tiga bulan dengan objek penelitian di Indonesia, dan lulus pada tahun 2015 dengan predikat cumlaude. Selama menimba ilmu di Inggris, Vidi juga aktif mengembangkan jaringan bisnisnya.
Kehidupan Pribadi dan Tantangan Kesehatan Lain
Dalam kehidupan asmaranya, Vidi Aldiano menjalin hubungan dengan aktris Sheila Dara Aisha sejak tahun 2015, setelah keduanya terlibat dalam serial televisi Stereo. Sempat putus pada 2018, mereka kembali berpacaran pada 2020. Vidi melamar Sheila pada hari ulang tahunnya yang ke-31, 31 Maret 2021, diikuti dengan acara lamaran resmi pada 1 Desember 2021. Keduanya resmi menikah pada 15 Januari 2022.
Setelah pernikahannya, Vidi menerima gelar kehormatan Sutan Sari Alam dari masyarakat Minangkabau di Bukittinggi, sehingga namanya menjadi Oxavia Aldiano Sutan Sari Alam.
Selain perjuangan melawan kanker, Vidi juga menghadapi tantangan kesehatan lain. Ia diketahui menderita fobia terhadap kucing dan ketinggian. Vidi juga sempat mengidap gangguan kesehatan mental berupa gangguan kecemasan yang berhubungan dengan pekerjaannya di industri hiburan. Pada tahun 2018, ia bahkan pernah pingsan sebelum tampil bernyanyi akibat serangan kecemasan tersebut.
