Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, secara resmi memulai proyek pembangunan ruas jalan Boladangko hingga Banggaiba di Kecamatan Kulawi. Proyek sepanjang 65 kilometer ini ditargetkan selesai pada tahun 2027 dan diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi serta pembuka keterisolasian wilayah.

Acara peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan jalan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026, dan dihadiri langsung oleh Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, serta Anggota DPR RI Muhidin M Said.

Dorong Ekonomi dan Akses Layanan Dasar

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, proyek ini krusial untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kulawi Raya.

“Tentunya pengembangan ruas jalan Boladangko sampai Banggaiba ini dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan perdagangan khususnya wilayah Kulawi Raya,” ujar Rizal saat ditemui awak media di Sigi, Kamis (2/4/2026).

Rizal menambahkan, ruas jalan Boladangko hingga Banggaiba memiliki arti strategis yang besar bagi masyarakat Kulawi dan sekitarnya.

“Dengan adanya peningkatan kualitas jalan ini kami berharap mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, distribusi hasil pertanian dan komoditas lokal semakin efisien serta konektivitas antar wilayah semakin kuat,” paparnya.

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

Pengerjaan proyek pengembangan ruas jalan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sigi dengan pihak Lestari Power. Dukungan Lestari Power diberikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka.

“Kolaborasi antara pemerintah dengan sektor swasta seperti ini merupakan contoh nyata sinergi dalam membangun daerah secara berkelanjutan, kami berharap pelaksanaan proyek ini dapat berjalan lancar, tepat waktu serta tetap memperhatikan kualitas pekerjaan dan kelestarian lingkungan,” sebut Rizal.

Bupati Rizal juga mengajak seluruh masyarakat di daerah itu untuk turut mendukung dan mengawasi proses pembangunan tersebut agar dapat memberikan manfaat maksimal sesuai harapan. Proyek ini direncanakan rampung dalam waktu 1,5 tahun.