PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember secara resmi meluncurkan Kereta Api (KA) Sangkuriang dengan relasi Stasiun Ketapang (Banyuwangi) menuju Bandung pada Sabtu, 2 Mei 2026. Pembukaan rute baru ini menjawab tingginya aspirasi masyarakat di ujung timur Pulau Jawa akan akses transportasi langsung ke jantung Jawa Barat.
Vice President Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo, menyatakan bahwa peluncuran KA Sangkuriang merupakan wujud komitmen KAI dalam meningkatkan layanan. “Kami menghadirkan KA Sangkuriang dengan standar pelayanan tinggi guna memberikan pengalaman perjalanan yang berkesan. Kereta ini bukan sekadar moda transportasi, melainkan simbol kolaborasi kuat antara KAI dengan pemerintah daerah dalam memajukan mobilitas masyarakat sekaligus mendongkrak sektor pariwisata,” ujar Hengky.
KA Sangkuriang dirancang untuk kenyamanan lintas segmen penumpang dengan menggunakan rangkaian kereta Stainless Steel (SS) generasi terbaru. Kereta ini dilengkapi dengan kelas compartment yang menawarkan privasi tinggi dengan kapasitas terbatas 16 tempat duduk. Selain itu, tersedia empat gerbong eksekutif stainless steel berkapasitas 200 tempat duduk dan tiga kereta ekonomi stainless steel dengan total 240 tempat duduk. Fasilitas lain mencakup satu gerbong restorasi eksklusif dan satu kereta pembangkit.
Antusiasme publik terhadap operasional perdana KA Sangkuriang sangat tinggi, tercermin dari data pemesanan tiket yang positif. Dari Stasiun Ketapang sebagai titik awal, tercatat 186 penumpang berangkat, dengan rincian 12 penumpang kelas compartment (okupansi 75%), 90 penumpang kelas eksekutif SS (45%), dan 84 penumpang kelas ekonomi SS (35%).
Secara keseluruhan di wilayah Daop 9 Jember, total penumpang untuk keberangkatan perdana mencapai 495 orang, melampaui kapasitas dengan okupansi 109%. Rinciannya meliputi 12 penumpang kelas compartment (75%), 189 penumpang kelas eksekutif SS (95%), dan 294 penumpang kelas ekonomi SS (123%), termasuk penumpang parsial atau dinamis.
