Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria setelah takluk tipis 0-1 dalam laga final FIFA Series yang berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026. Gol tunggal Bulgaria tercipta melalui sepakan penalti pada menit ke-35, menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan tersebut.
Meskipun skuad Garuda, yang diperkuat Rizky Ridho dan rekan-rekannya, tampil dominan sepanjang pertandingan, mereka kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan. Kegagalan dalam menembus lini belakang Bulgaria membuat Timnas Indonesia harus kecolongan gol dari titik putih.
John Herdman Soroti Kelemahan Tim
Usai pertandingan, Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan sejumlah aspek yang masih perlu ditingkatkan dari timnya. Pelatih asal Kanada itu menyatakan bahwa performa lini pertahanan, jarak antar lini, dan kualitas umpan silang menjadi sorotan utama.
“Saya ingin bangkit dengan pikiran yang jernih. Kami ingin cari apa yang bisa ditingkatkan,” ujar Herdman dalam sesi konferensi pers pasca-laga.
Herdman secara khusus menyoroti kualitas umpan silang yang banyak dilakukan pemain Timnas Indonesia namun belum memuaskan. “Kami butuh waktu yang lebih panjang dalam latihan. Kalian bisa lihat umpan silang belum jelas, dan itu harus ditingkatkan,” imbuhnya.
Meski Tim Merah Putih bermain baik dan lebih dominan, mereka gagal menemukan celah untuk menembus permainan defensif Bulgaria yang solid. Herdman mengakui bahwa timnya membutuhkan lebih banyak waktu untuk membenahi kekurangan tersebut, terutama menjelang Piala Asia.
“Kami lihat lini belakang bisa lebih ditingkatkan jelang Piala Asia. Namun melihat kerenggangan tiap lini, kami butuh waktu. Kami baru berkumpul beberapa hari tetapi pemain sudah melakukan segalanya,” pungkasnya, mengapresiasi upaya maksimal para pemainnya meski dengan persiapan singkat.
