Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menaruh perhatian khusus pada 74 titik keramaian di Jawa Timur dalam menghadapi arus mudik dan balik Idul Fitri 2026. Langkah ini diambil menyusul lonjakan trafik penggunaan telepon seluler yang signifikan pada periode Lebaran tahun sebelumnya.

“Kalau Ramadan tahun 2025 kemarin itu trafik kita naik 25,4 persen, untuk yang lebaran naik 34,4 persen, itu tahun 2025 kemarin,” ujar SPV Head of Technology Java Indosat, Yose Navrianto, saat pertemuan dengan awak media di Malang pada Rabu malam (25/2/2026).

Antisipasi Lonjakan Trafik dan Perkuatan Jaringan

Yose menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai antisipasi untuk momen Ramadan dan Idul Fitri 2026. Persiapan jaringan terbaik difokuskan pada rute-rute mudik utama yang akan dilalui masyarakat.

Total ada 25 jalur mudik di Pulau Jawa yang menjadi prioritas area cakupan Indosat. “Dari 25 jalur mudik, itu lima berada di jalan tol, 16 di jalan non tol, 4 di jalur kereta api yang ada di Pulau Jawa,” paparnya.

Jalur kereta api yang menjadi perhatian meliputi:

  • Lintas utara Pulau Jawa (Cirebon, Semarang, hingga Surabaya)
  • Lintas selatan Pulau Jawa (Cilacap, Yogyakarta, hingga Surabaya)
  • Jalur kereta api Surabaya-Malang
  • Jalur Surabaya-Banyuwangi, terutama di Alas Gumitir yang dikenal dengan kontur perbukitan, pegunungan, dan hutan lebat.

Wilayah selatan Pulau Jawa diakui menjadi tantangan tersendiri bagi tim Indosat Ooredoo Hutchison. Hal ini mengingat beberapa destinasi mudik terbanyak di Jawa Timur diprediksi berada di daerah tersebut.

“Kami prediksi untuk lonjakan trafik tahun ini di sirkel Java di angka 24,28 persen, dan Jawa Timur 17,7 persen. Kemudian Trenggalek, Pacitan, Madiun, itu peak kota-kota kita di tahun 2026, yang ada di Jawa Timur,” jelas Yose.

Fokus pada Titik Keramaian dan Posko Siaga

Selain jalur mudik, perkuatan jaringan juga menyasar 291 titik keramaian di Pulau Jawa, dengan 74 di antaranya berlokasi di Jawa Timur. Titik-titik ini mencakup pelabuhan laut, terminal, stasiun kereta api, destinasi wisata, hingga kampus.

Untuk memastikan kesiapan, Indosat juga mendirikan enam posko siaga di berbagai kota. “Kita juga 6 posko di Yogya, Semarang, Solo, Surabaya, Malang, dan Denpasar. Posko di Malang di kantor Indosat Jalan Jaksa Agung Suprapto, kalau yang di Surabaya di Kayun,” ungkapnya.

Antisipasi Cuaca Ekstrem dengan Tim Khusus

Tantangan lain yang menjadi perhatian adalah kondisi cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah di Pulau Jawa hingga Bali selama Ramadan dan Idul Fitri 2026. Bencana hidrometeorologi seperti banjir sempat terjadi di Grobogan, Purwodadi, dan Jember.

“Kami menyiapkan tim khusus untuk antisipasi cuaca hujan ekstrem ini, namanya tim rainy season, itu ada 25 orang di luar tim reguler kita yang ada sekitar 300-an. Prioritas kita daerah yang rawan bencana, kayak di Malang Selatan itu kan pernah banjir juga kita antisipasi juga,” beber Yose.

Tim khusus ini dilengkapi dengan genset portabel dan bahan bakar untuk memastikan sistem operasional BTS tetap berjalan jika terjadi pemadaman listrik akibat bencana. “Jadi tim ini memang sudah siap genset portable beserta BBM-nya, sebelum BTS itu mati, itu kita sudah melakukan backup. Jadi kalau yang lain mati, kita komitmen berusaha jadi provider terakhir yang mati,” pungkasnya.