Proyek besar mesin V4 Yamaha yang digadang-gadang sebagai solusi krisis performa, belum menunjukkan taringnya pada seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand. Hasil balapan pada Kamis, 05 Maret 2026, menjadi indikator jelas bahwa jalan Yamaha menuju persaingan di papan atas masih panjang.

Pembalap andalan Yamaha, Fabio Quartararo, hanya mampu finis di posisi ke-14. Ia tertinggal sekitar 30 detik dari pemenang balapan, Marco Bezzecchi, yang mengendarai motor Aprilia.

Performa serupa juga ditunjukkan oleh rekan setimnya, Alex Rins, yang menutup lomba di posisi ke-15 dengan selisih waktu 33 detik. Sementara itu, Toprak Razgatlioglu dan Jack Miller juga tercecer di posisi ke-17 dan ke-18, dengan jarak yang semakin jauh dari rombongan depan.

Angka-angka ini menjadi pengingat bagi Yamaha akan tantangan besar yang harus dihadapi. Pengembangan mesin V4 sendiri bukanlah proyek dadakan; program ini sudah berjalan sejak tahun 2024 dan terus digarap sepanjang 2025, bersamaan dengan jadwal balap reguler.

Pembalap uji, Augusto Fernandez, bahkan sempat menjajal motor dengan konfigurasi mesin V4 tersebut dalam beberapa sesi pengujian. Namun, data dari seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand menunjukkan bahwa upaya tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan.

sumber gambar: yamaharacing jpnn.com