Harga komoditas cabai rawit merah melonjak signifikan hingga menembus angka Rp131.000 per kilogram (kg) menjelang perayaan Lebaran. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia pada Jumat, 20 Maret 2026, pukul 09.35 WIB, juga menunjukkan kenaikan pada sejumlah bahan pokok lainnya.

Selain cabai rawit merah, PIHPS mencatat harga daging ayam ras mencapai Rp50.200 per kg di tingkat pedagang eceran secara nasional. Lonjakan harga ini menjadi perhatian utama di tengah persiapan masyarakat menyambut hari raya.

Harga Bawang dan Beras Ikut Merangkak Naik

Komoditas bawang juga mengalami kenaikan harga. Bawang merah tercatat di angka Rp68.400 per kg, sementara bawang putih berada di harga Rp57.900 per kg.

Untuk beras, PIHPS merinci beberapa kategori harga. Beras kualitas bawah I dijual Rp17.550 per kg, dan kualitas bawah II seharga Rp17.750 per kg. Sementara itu, beras kualitas medium I mencapai Rp19.200 per kg dan medium II Rp18.900 per kg.

Adapun beras kualitas super I tercatat Rp20.750 per kg, dan beras kualitas super II di harga Rp20.300 per kg.

Variasi Harga Cabai dan Daging Sapi

Tidak hanya cabai rawit merah, jenis cabai lainnya juga menunjukkan tren kenaikan. Cabai merah besar mencapai Rp91.750 per kg, cabai merah keriting Rp83.000 per kg, dan cabai rawit hijau Rp63.400 per kg.

Pada sektor daging, harga daging sapi kualitas I terpantau Rp168.650 per kg, sedangkan daging sapi kualitas II sedikit lebih rendah di harga Rp161.150 per kg.

Gula, Minyak Goreng, dan Telur Turut Terdampak

Harga gula pasir juga mengalami peningkatan. Gula pasir kualitas premium tercatat Rp26.500 per kg, dan gula pasir lokal Rp21.800 per kg.

Untuk minyak goreng, PIHPS melaporkan minyak goreng curah seharga Rp21.600 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp27.950 per liter, dan kemasan bermerek II di harga Rp25.650 per liter.

Terakhir, harga komoditas telur ayam ras juga tercatat tinggi, yakni Rp40.800 per kg.

Data-data ini menjadi indikator penting bagi pemerintah dan masyarakat dalam memantau stabilitas harga pangan menjelang momen Lebaran.