PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatra Barat (KAI Divre II Sumbar) kembali menegaskan komitmennya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan menggelar Rapat Safety Committee (SC) Kedua Bulan April 2026. Pertemuan strategis ini berlangsung pada Rabu (29/4/2026) di Ruang Rapat Buya Hamka, Kantor Divre II Sumbar.
Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Divre II Sumbar Muh. Tri Setyawan beserta jajaran manajemen, Tim Safety Committee Divre II Sumbar, serta perwakilan Tim Keselamatan dari Kantor Pusat. Forum ini menjadi wadah penting untuk mengevaluasi implementasi aspek keselamatan dan merumuskan langkah mitigasi risiko demi mendukung operasional kereta api yang aman dan andal.
Dalam sambutannya, Muh. Tri Setyawan menekankan bahwa Safety Committee adalah bukti nyata upaya perusahaan dalam menjaga dan meningkatkan standar keselamatan perkeretaapian. Ia menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama yang harus menjadi budaya kerja di setiap lini organisasi.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang harus tertanam dalam setiap aktivitas kerja. Divre II Sumbar harus terus meningkatkan kinerja keselamatan dan berupaya mewujudkan zero accident secara berkelanjutan,” tegas Tri.
Pada sesi rapat, Tim Safety Committee Divre II Sumbar memaparkan berbagai capaian dan hasil evaluasi terkait keselamatan kerja. Melalui pemaparan ini, diharapkan seluruh unit kerja dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko dan memastikan program keselamatan berjalan efektif.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif, memperkuat koordinasi antarunit dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja. Hal ini juga mendorong terciptanya budaya keselamatan yang konsisten di seluruh wilayah operasional Divre II Sumbar.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menjelaskan bahwa Rapat Safety Committee merupakan agenda rutin dan berkala. Ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan kerja yang kuat dan berkesinambungan.
“Rapat Safety Committee bukan sekadar forum evaluasi, tetapi juga sarana penguatan komitmen seluruh insan KAI terhadap budaya keselamatan. Keselamatan kerja adalah fondasi utama dalam menjaga keandalan operasional dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api,” ujar Reza.
Reza menambahkan, KAI Divre II Sumbar akan terus mendorong keterlibatan aktif seluruh pekerja dalam menerapkan prinsip keselamatan pada setiap aktivitas operasional. “Melalui koordinasi yang solid dan komunikasi yang terbuka, kami berharap budaya keselamatan di lingkungan kerja semakin kuat sehingga mampu mendukung operasional kereta api yang selamat, aman, dan andal bagi masyarakat,” tutup Reza.
