Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menerima kunjungan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di ruang kerjanya pada Rabu, 11 Maret 2026. Pertemuan ini membahas potensi kolaborasi program antara kedua provinsi, khususnya dalam pengelolaan zakat dan inisiatif retret bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dimyati mengapresiasi kunjungan Gubernur Helmi Hasan, menilai banyak program dan inovasi dari Bengkulu yang dapat diadopsi. Salah satu yang disoroti adalah optimalisasi dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang terkumpul di BAZNAS Provinsi Bengkulu. Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat seperti sandang, pangan, dan papan.

“Apalagi, di Pemprov Banten ini, seluruh ASN setiap bulannya secara langsung terpotong untuk pembayaran zakat di BAZNAS, sama dengan yang dilakukan oleh Gubernur Bengkulu. Termasuk juga ketika ada aduan masyarakat yang membutuhkan bantuan, itu bisa langsung ditangani dari dana BAZNAS,” kata Dimyati. Ia berharap pola ini dapat diterapkan di Banten untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain zakat, Gubernur Helmi Hasan juga mengundang Pemprov Banten untuk berpartisipasi dalam agenda retret yang diselenggarakan oleh Pemprov Bengkulu. Wagub Dimyati memandang retret ini penting bagi ASN untuk memperkaya pengetahuan dan berbagi pengalaman yang dapat diterapkan di Banten.

“Nanti tinggal koordinasi lebih lanjut oleh tim untuk hal lebih teknisnya,” ucap Dimyati.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menjelaskan bahwa ia bersama sejumlah pejabat Pemprov Bengkulu tengah aktif melaksanakan kunjungan dakwah, termasuk retret merah putih berbasis masjid selama 24 jam.

“Tujuannya untuk membantu masyarakat. Karena di masjid, kita bisa mengetahui kondisi masyarakat yang sesungguhnya. Termasuk juga untuk memperkuat religiusitas, apalagi di 10 hari sebelum Lebaran ini, itu sangat dianjurkan oleh Rasulullah,” jelas Helmi.

Selama berada di Banten, Helmi Hasan berencana melakukan dakwah keliling di beberapa masjid. Ia telah menyelesaikan dakwah di Kota Cilegon tiga hari sebelumnya dan akan fokus di Kota Serang dan sekitarnya selama 10 hari ke depan.

“Kegiatan seperti itu juga dilakukan oleh jajaran Pemprov Bengkulu. Dengan pola kerja WFA, mereka sambil melaksanakan retret merah putih dari masjid ke masjid, hadir dan membantu masyarakat tanpa menggunakan anggaran dari APBD,” pungkasnya.