Kabar duka menyelimuti dunia musik Tanah Air dengan berpulangnya penyanyi Vidi Aldiano pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kepergian pelantun “Status Palsu” ini meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak, termasuk sahabat dekatnya, Yura Yunita, yang saat itu tengah menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci.

Melalui unggahan di Instagram Story akunnya, @yurayunita, Yura sempat menuliskan pesan penuh haru untuk Vidi. Ia meminta sahabatnya itu untuk “menunggunya” pulang ke Tanah Air, mengingat keduanya telah berjanji untuk bertemu setelah Yura dan sang suami, Donne Maula, kembali dari ibadah umrah.

Doa Penuh Harap di Depan Ka’bah

Dua hari sebelum kabar duka itu datang, tepatnya pada 5 Maret 2026, Yura Yunita diketahui memanjatkan doa khusus untuk Vidi Aldiano saat berada di depan Ka’bah. Doa yang ia tulis dalam sebuah buku tersebut kemudian dibagikan melalui akun TikTok @yurayunita, menyentuh hati banyak warganet.

“Ya Allah, di depan rumah-Mu yang agung ini kami berdiri membawa satu nama yang begitu kami sayangi, Vidi,” tulis Yura dalam doanya. Bagi Yura, Vidi adalah sosok dengan hati yang hangat dan selalu menjadi terang bagi orang-orang di sekitarnya. Ia pun memohon kepada Tuhan agar sahabatnya itu senantiasa berada dalam lindungan dan kasih sayang-Nya.

“Ya Allah, jika ada hari-hari yang berat ia jalani, peluklah ia dengan RahmatMu. Jika tubuhnya pernah merasa rapuh, kuatkan ia dengan kesehatan dariMu,” lanjut Yura dengan penuh harap, memohon kekuatan dan rahmat ilahi untuk sahabatnya.

Dalam untaian doanya, Yura juga memohon agar Vidi diberikan napas yang ringan dan langkah yang lapang dalam menjalani hidup. Ia ingin sahabatnya itu selalu ingat bahwa ia tidak pernah sendirian. “Ada banyak cinta dari sahabat-sahabatnya yang selalu berjalan bersamanya meski kadang terpisah jarak dan waktu,” tulis Yura, menegaskan dukungan tak terbatas dari orang-orang terdekat Vidi.

Yura bahkan menutup doanya dengan harapan sederhana: agar mereka bisa segera bertemu kembali dalam pelukan dan tawa. “Panjangkan umurnya dalam kebaikan, lembutkan hari-harinya. Segera pertemukan kami dalam pelukan dan tawa yang utuh,” demikian doa Yura untuk sang sahabat. Namun, takdir berkata lain. Hanya dua hari setelah doa penuh harap itu dipanjatkan, Vidi Aldiano mengembuskan napas terakhirnya, meninggalkan janji pertemuan yang tak sempat terwujud.