Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar sejak Selasa (24/2) dini hari menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, merendam puluhan rumah dan memaksa warga mengungsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar segera mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan evakuasi darurat dan pemantauan intensif di titik-titik kritis.

Genangan air dengan kedalaman bervariasi dilaporkan melumpuhkan akses jalan dan merendam permukiman padat penduduk dalam rentang waktu kurang dari satu jam, antara pukul 06.10 hingga 07.00 WITA. Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, memastikan kesiapsiagaan timnya.

BPBD Fokus Evakuasi dan Penanganan Darurat

“Kami langsung siagakan seluruh personel di lapangan. Fokus utama adalah evakuasi warga yang terjebak dan memastikan tidak ada korban jiwa,” ujar Muhammad Fadli saat dikonfirmasi.

Beberapa titik yang terdampak banjir dan genangan hingga pukul 07.00 WITA meliputi:

  • Jalan Sermani 4, Kelurahan Tello Baru (Kecamatan Panakkukang): Banjir tertinggi mencapai 100 cm. “Di sini, banjir tertinggi mencapai 100 cm. Warga dievakuasi menggunakan perahu karet,” jelas Fadli.
  • Kompleks Kodam III (Kotipa XVI–XII), Kelurahan Katimbang (Kecamatan Biringkanaya): Ketinggian air mencapai 30 cm, melumpuhkan akses kendaraan roda empat.
  • Jalan Kecaping Raya Blok 8 (Kecamatan Manggala): Genangan setinggi 20 cm, masih bisa dilalui kendaraan dengan hati-hati.
  • Kelurahan Kapasa RW 6 (Kecamatan Tamalanrea): Air merendam rumah warga hingga 30 cm.
  • Terowongan Rappokalling: Genangan mencapai 40 cm dan dalam pengawasan ketat petugas.

Untuk mengantisipasi dampak lebih luas, BPBD Kota Makassar juga mengaktifkan sistem peringatan dini (EWS) dan alat ukur tinggi muka air (AWLR) guna memantau pergerakan debit air secara real-time. Perahu karet, perlengkapan evakuasi, dan logistik darurat telah disiagakan di posko-posko terdekat.

“Kami bergerak bersama kecamatan, kelurahan, dan instansi terkait. Penanganan harus cepat dan tepat sasaran,” tegas Fadli, menekankan koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana ini.

Meskipun situasi di sejumlah wilayah mulai terkendali, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat dapat segera menghubungi Posko BPBD Kota Makassar yang siaga 24 jam.