Wali Kota Mataram Mohan Roliskana secara resmi melepas 393 calon haji asal Kota Mataram, yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 10 Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pelepasan ini berlangsung di Halaman Kantor Wali Kota Mataram pada Minggu.
Pesan Wali Kota: Kesiapan Mental dan Spiritual
Dalam sambutannya, Wali Kota Mohan menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan batin yang menuntut kesiapan mental dan spiritual. “Selama di Tanah Suci, jamaah akan menghadapi berbagai ujian, baik dari sisi fisik, emosi, maupun dinamika interaksi sosial,” ujarnya.
Ia melanjutkan, kesabaran, pengendalian diri, niat yang lurus, keikhlasan, serta sikap tawakal menjadi fondasi utama agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan baik dan sempurna demi meraih rida Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT). Mohan juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap dan perilaku, termasuk menjaga lisan, memperkuat rasa tenggang rasa, serta saling mengingatkan dalam kebaikan.
Selain itu, Mohan berpesan kepada para petugas haji untuk selalu sigap, tanggap, dan responsif, terutama dalam memberikan pelayanan kepada jemaah yang membutuhkan perhatian khusus. “Dengan kesiapan yang matang, koordinasi yang baik, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, seluruh rangkaian ibadah diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.
Rincian Jamaah Kloter 10
Asisten I Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Martawang, sebelumnya menyampaikan rincian komposisi calon haji Kloter 10. Dari total 393 calon haji, 387 di antaranya adalah calon haji reguler, terdiri dari 188 laki-laki dan 199 perempuan.
“Sisanya merupakan tim petugas kloter terdiri atas ketua kloter, pembimbing ibadah haji, dokter, para medis, dan petugas haji daerah,” jelas Martawang.
Ia menambahkan, sebanyak 71 jamaah masuk kategori risiko tinggi (risti) berat, 68 risti sedang, dan 96 risti ringan. Sementara itu, 152 calon haji tidak masuk kategori risiko tinggi.
Kloter 10 ini merupakan kloter utuh dari Kota Mataram, dengan tujuh orang di antaranya menggunakan kursi roda. “Kami berharap para petugas bisa memberikan perhatian khusus terhadap jamaah selama berada di Tanah Suci agar dapat melaksanakan wajib dan sunah haji, terutama bagi jamaah yang lanjut usia dan risiko berat,” kata Martawang.
Setelah acara pelepasan, para jamaah langsung menuju Asrama Haji Embarkasi Lombok untuk persiapan akhir. Mereka dijadwalkan akan dilepas menuju Bandara Internasional Lombok pada pukul 00.05 Wita nanti malam, untuk kemudian diterbangkan menuju Madinah.

