Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau langsung perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Klenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (17/2/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah umat Tionghoa di Ibu Kota berjalan aman dan kondusif.
Mengenakan kemeja berwarna marun, pria yang akrab disapa Bang Rano itu tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB. Ia disambut hangat oleh pengurus klenteng bersejarah yang telah menjadi pusat ibadah masyarakat sekitar sejak tahun 1930 tersebut.
Dalam kesempatan itu, Rano Karno menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama hari besar keagamaan. Ia menekankan pentingnya setiap warga dapat beribadah dengan tenang tanpa gangguan.
Pemprov DKI Jamin Keamanan dan Toleransi
“Kami ingin memastikan seluruh rangkaian ibadah dan perayaan Imlek berjalan aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh umat yang merayakan,” ujar Rano Karno. Politikus PDIP ini menambahkan bahwa Pemprov DKI terus berupaya memperkuat nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.
Menurut Rano, kegiatan monitoring ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kesempatan penting untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan warga. Ia menilai komunikasi yang baik dengan pengurus tempat ibadah dan masyarakat merupakan kunci keharmonisan kota.
“Dengan kebersamaan yang terus dijaga, kita dapat memperkuat persatuan Jakarta sebagai kota yang majemuk,” tuturnya, menekankan pentingnya persatuan di tengah kemajemukan Ibu Kota.
Keadilan sebagai Fondasi Kesejahteraan
Rano juga menyinggung tema Imlek tahun ini dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), yaitu “Kalau Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan”. Ia menilai pesan tersebut sangat mendalam dan relevan dengan ideologi bangsa, Pancasila.
“Tema ini mengingatkan kita bahwa keadilan merupakan fondasi utama dalam membangun kesejahteraan masyarakat,” jelas Rano. Ia secara khusus menekankan bahwa sila kedua dan kelima Pancasila harus selalu menjadi pedoman dalam setiap pengambilan kebijakan Pemprov DKI.
Untuk memeriahkan suasana, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan rangkaian festival budaya Imlek yang berlangsung sejak 12 Februari hingga 3 Maret 2026. Berbagai acara seperti Jakarta Light Festival hingga perayaan Cap Go Meh akan dihadirkan.
Sebagai penutup, Rano mengajak seluruh elemen warga untuk ikut merasakan kemeriahan perayaan ini sebagai bagian dari identitas Jakarta. Ia menegaskan bahwa budaya Tionghoa adalah unsur yang tak terpisahkan dari kekayaan tradisi yang dimiliki Ibu Kota.
