Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) di wilayah delineasi IKN. Langkah terbaru dilakukan dengan membekali 600 pelajar di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, melalui edukasi intensif mengenai pencegahan stunting dan kesehatan reproduksi.
Kegiatan yang menyasar siswa tingkat SMP dan SMA/sederajat ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (28/4) hingga Kamis (30/4) tahun 2026. Dalam pelaksanaannya, Otorita IKN berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim.
Membangun Literasi Kesehatan Sejak Dini untuk Generasi Unggul
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah strategis untuk mencetak generasi unggul. Menurutnya, literasi kesehatan harus dibangun sejak remaja agar mereka mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya.
“Kualitas generasi bangsa ditentukan oleh bagaimana generasi muda hari ini mempersiapkan masa depannya, termasuk dalam membentuk keluarga yang sehat dan berkualitas di masa depan,” ujar Alimuddin.
Ia menambahkan, Otorita IKN berkomitmen mengembangkan SDM berbasis soft skills. Kedepannya, IKN akan menjadi kota pendidikan dengan ekosistem terintegrasi, termasuk penyediaan beasiswa bagi talenta muda di bidang arsitektur hingga teknik sipil.
Intervensi Komprehensif untuk Masa Depan Nusantara
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menjelaskan bahwa edukasi bagi remaja ini merupakan bagian dari program percepatan penurunan stunting yang komprehensif di wilayah IKN. Selain sosialisasi, Otorita IKN juga melakukan intervensi langsung di lapangan.
“Kami telah melakukan penyuluhan dan pemberian makanan tinggi protein bagi keluarga berisiko stunting dan ibu hamil, pendampingan rumah tangga, hingga pemberian tablet zat besi (Fe) bagi remaja putri untuk mencegah anemia,” jelas Suwito.
Ia menekankan pentingnya pengetahuan kesehatan reproduksi karena para pelajar inilah yang akan mengisi pembangunan IKN hingga 40 hingga 100 tahun ke depan. Suwito menegaskan, “Generasi muda saat ini adalah mereka yang akan melahirkan generasi masa depan Nusantara.”
Apresiasi dari Pihak Sekolah dan Siswa
Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 PPU, Sahram, mengapresiasi inisiatif Otorita IKN ini. Ia berharap momentum ini menjadi bekal berharga bagi siswa menuju masa depan yang lebih baik.
Antusiasme juga datang dari para siswa. Nur Ayatul Husna, siswi SMAN 3 PPU, mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai ciri-ciri stunting dan cara pencegahannya. Senada, Erik, rekan sekolahnya, menyebut edukasi ini sangat penting bagi mereka yang nantinya akan menjadi penggerak pembangunan di IKN.
“Sebelumnya kami tidak tahu, namun sekarang kami mengerti betapa pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini untuk mencegah stunting dan penyakit lainnya,” pungkas Erik.
