Sebuah video yang merekam perselisihan sengit antara seorang ibu tiri dan anak tiri di tengah kebun sawit mendadak viral di berbagai platform media sosial sejak awal April 2026. Insiden yang diduga berlokasi di Kabupaten X, Provinsi Y, ini memicu beragam reaksi dari warganet dan kini telah menarik perhatian pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Dalam video berdurasi sekitar 2 menit 30 detik tersebut, terlihat jelas adu mulut dan saling dorong antara perempuan berusia 45 tahun yang diidentifikasi sebagai ibu tiri, dengan anak tirinya yang berusia 20 tahun. Konflik tersebut diduga kuat berakar dari perebutan hak atas lahan kebun sawit yang merupakan peninggalan almarhum ayah dari anak tiri tersebut.
Penyelidikan Polisi dan Upaya Mediasi yang Gagal
Kepolisian Resor X telah mengonfirmasi penerimaan laporan terkait insiden ini. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres X, AKP Z, menyatakan bahwa pihaknya tengah mendalami kasus tersebut. “Kami sudah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan. Kedua belah pihak akan kami panggil untuk dimintai keterangan guna mengungkap duduk perkara yang sebenarnya,” ujar AKP Z pada Selasa, 14 April 2026.
Sebelumnya, upaya mediasi telah dilakukan oleh perangkat desa setempat untuk mencari jalan tengah antara kedua belah pihak. Namun, mediasi tersebut dilaporkan gagal mencapai kesepakatan. “Kami sudah mencoba menengahi, tapi sulit karena keduanya merasa paling benar. Akhirnya kami serahkan ke polisi agar ditangani sesuai prosedur hukum,” terang Kepala Desa B.
Dampak Psikologis dan Reaksi Warganet
Viralnya video ini tidak hanya memicu perdebatan di kalangan warganet, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan dampak psikologis yang mungkin dialami oleh pihak-pihak yang terlibat, khususnya sang anak tiri. Psikolog keluarga, Dr. A, mengingatkan pentingnya penanganan yang tepat dalam kasus-kasih konflik keluarga seperti ini. “Situasi seperti ini sangat rentan menimbulkan trauma, terutama bagi anak tiri yang mungkin merasa tidak memiliki dukungan dan berada dalam posisi rentan,” jelas Dr. A.
Di media sosial, warganet terpecah menjadi beberapa kubu, ada yang membela sang ibu tiri, ada pula yang bersimpati kepada anak tiri. Komentar-komentar membanjiri unggahan video tersebut, menunjukkan betapa sensitifnya isu konflik keluarga yang melibatkan harta warisan.
