Anggota DPR RI, Uya Kuya, mencium adanya upaya terstruktur di balik penyebaran kabar bohong yang menyeret namanya dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menduga ada pihak tertentu yang sengaja mengorkestrasi fitnah ini demi memancing kemarahan publik terhadap dirinya.

Berita palsu mengenai kepemilikan 750 dapur MBG tersebut mendadak membanjiri berbagai platform media sosial besar mulai dari Facebook hingga TikTok secara serentak pada Selasa, 21 April 2026. Uya memastikan bahwa narasi yang beredar dengan pola yang identik tersebut sepenuhnya merupakan informasi sesat.

“Ini masif di sosial media dengan narasi yang sama. Setipe. Jadi kayak emang ada yang sengaja menggerakkan ini gitu. Dan itu saya jamin 1000% fitnah dan hoaks,” tegas Uya Kuya saat ditemui di Komplek DPR RI.

Uya menilai tuduhan tersebut sangat tidak logis mengingat proses perizinan satu dapur profesional saja membutuhkan prosedur yang sangat rumit. Ia menjelaskan bahwa standar operasional serta sistem pembuangan limbah untuk usaha kuliner skala besar tidak mungkin dibangun dalam waktu singkat.

“Secara akal sehat, yang membuat berita hoaks ini kurang pinter,” bebernya sembari menekankan kemustahilan klaim kepemilikan 750 dapur tersebut. Politisi sekaligus selebritas ini menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam operasional dapur MBG mana pun hingga detik ini. Satu-satunya lini bisnis kuliner yang ia kelola secara nyata hanyalah sebuah restoran yang bernama Asli Rasa.

Sikap tegas Uya kali ini didasari oleh pengalaman pahit saat kediamannya dijarah massa akibat membiarkan konten editan yang memfitnahnya pada Agustus lalu. Ia mengaku sangat menyesal karena sebelumnya terlalu meremehkan dampak buruk dari berita bohong yang tidak segera diklarifikasi.

“Rumah saya dijarah. Keluarga saya dikorbankan kemarin. Itu akibat berita hoaks yang segitu jahatnya dan saya diamkan,” ungkap Uya menceritakan trauma mendalam yang menimpa istri dan anak-anaknya.

Belajar dari kejadian kelam itu, ia berkomitmen untuk terus melawan setiap narasi negatif yang menyerang integritas maupun keamanan keluarganya. Ia pun menghimbau masyarakat luas untuk berani melapor jika menemukan penyebaran fitnah agar ada konsekuensi hukum bagi para pelaku.

Mengenai sosok dalang serta motif asli di balik serangan digital ini, Uya memilih untuk menyerahkan proses pengusutannya kepada pihak berwajib. Ia menaruh harapan besar agar kepolisian dapat segera mengungkap aktor intelektual yang menggerakkan fitnah massal tersebut.