PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) telah merampungkan fase konstruksi yang memakan biaya besar sepanjang tahun 2025. Kini, perseroan bersiap memasuki fase produksi setelah Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, resmi beroperasi.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025, EMAS memang masih mencatatkan laba bersih negatif. Kerugian tersebut murni terjadi karena perseroan tengah fokus menuntaskan fasilitas utama pengolahan dan infrastruktur megaproyek Tambang Emas Pani.

Pada Februari 2026, Tambang Emas Pani resmi melakukan produksi emas perdananya. Langkah ini diikuti dengan pengamanan kontrak Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) bersama raksasa tambang pelat merah, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM).

Transisi Penting Menuju Produksi Komersial

Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menyatakan bahwa dimulainya produksi ini merupakan tonggak penting bagi perseroan. “Dimulainya produksi emas di Pani menandai transisi penting bagi perseroan, dari tahap pembangunan menuju produksi komersial yang lebih stabil dan terukur,” ujar Boyke dalam keterangannya, Jumat (13/3).

Kinerja keuangan EMAS diproyeksikan akan berbalik arah mencetak laba (turnaround) pada tahun buku 2026. Optimisme ini didorong oleh dua faktor utama, yakni struktur biaya produksi tambang yang sangat kompetitif dan tren harga emas global yang tengah kondusif.

Boyke mengungkapkan, pada 27 Februari 2026, EMAS bahkan telah sukses merealisasikan pengiriman emas perdananya kepada ANTM. Dengan demikian, EMAS akan mencatatkan pendapatan pertamanya pada laporan keuangan Kuartal I/2026 (1Q26).

Target Produksi dan Pengembangan Jangka Panjang

Sepanjang tahun 2026 ini, perseroan mematok target produksi emas yang cukup fantastis, yakni di kisaran 100.000 hingga 115.000 ons. “Fokus kami saat ini adalah memastikan proses ramp-up (peningkatan kapasitas) berjalan dengan baik sehingga Tambang Emas Pani dapat mencapai tingkat produksi yang optimal,” tambah Boyke.

Proyek Tambang Emas Pani bukanlah tambang berskala kecil. Area ini menyimpan estimasi sumber daya mineral lebih dari 7 juta ounce (ons) emas. Dioperasikan sebagai tambang terbuka (open pit) dengan metode Heap leach, kapasitas pengolahan tambang ini dirancang untuk terus meningkat secara bertahap. Perseroan bahkan telah merencanakan pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) yang dijadwalkan mulai berproduksi pada tahun 2028 mendatang.

“Proyek Pani memiliki basis sumber daya emas yang besar dan potensi umur tambang jangka panjang. Dengan dimulainya produksi, kami memasuki fase baru untuk memperkuat kinerja dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham,” tegas Boyke.

Sebagai informasi tambahan, selama masa awal pengembangan yang dimulai pada 2022, EMAS mendapat sokongan pendanaan dari sang induk, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Usai sukses menggelar Penawaran Umum Perdana Saham (IPO), perseroan kini terus melakukan penyesuaian struktur permodalan demi menjaga neraca keuangan yang lebih sehat dan optimal.