Sony Interactive Entertainment (SIE) secara resmi mengumumkan penghentian perilisan game PlayStation baru dalam bentuk disk fisik mulai Januari 2028. Langkah ini menandai pergeseran signifikan perusahaan menuju ekosistem game yang sepenuhnya digital.

Dalam unggahan di laman resminya, Sony menjelaskan bahwa game PlayStation baru akan tetap tersedia di toko ritel. Namun, salinan fisik yang dijual tidak lagi berisi disk game, melainkan hanya kode unduhan digital.

Perusahaan menyebut kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap perubahan kebiasaan konsumen dan tren industri hiburan yang semakin bergeser dari produk fisik ke layanan digital. “Seiring preferensi konsumen dan industri hiburan yang lebih luas terus bergeser dari disk fisik ke digital, ini menjadi arah yang wajar bagi Sony Interactive Entertainment untuk beradaptasi dengan tren konsumen,” demikian pernyataan Sony seperti dikutip Anadolu pada Kamis (2/7/2026).

Pengumuman Sony ini muncul hanya beberapa hari setelah Rockstar Games menyatakan bahwa Grand Theft Auto VI juga akan dirilis tanpa disk fisik. Hal tersebut semakin memperkuat indikasi bahwa industri game bergerak cepat menuju distribusi digital.

Meski demikian, keputusan Sony memicu gelombang kritik dari sejumlah tokoh industri game dan peritel. Mereka menilai kebijakan ini berpotensi membatasi hak-hak konsumen, terutama dalam hal meminjamkan, menukar, atau menjual kembali game.

Vikki Blake, seorang jurnalis game, menyebut keputusan tersebut sebagai “pukulan telak bagi hak konsumen”. Menurutnya, tanpa disk fisik, pemain akan semakin sulit untuk meminjamkan, menukar, atau menjual kembali game. Kebijakan ini juga dinilai dapat menyulitkan upaya pelestarian game.

Sementara itu, Christopher Dring, editor The Game Business, menyatakan bahwa keputusan Sony cukup mengejutkan. Meskipun unduhan digital kini menjadi cara dominan pengguna PlayStation membeli game, Dring menegaskan, “Kami masih melihat jutaan demi jutaan game PlayStation terjual sebagai produk fisik.” Ia menambahkan, kebijakan ini akan menjadi tantangan berat bagi peritel yang selama ini masih bergantung pada penjualan game fisik.

Kritik serupa juga dilontarkan oleh peritel independen asal Amerika Serikat, Lootbox Gaming. Mereka menyebut langkah Sony sebagai “serangan” terhadap gamer, kolektor, dan industri ritel game secara luas.

Meski demikian, Sony memastikan bahwa perubahan ini tidak akan memengaruhi game yang sudah dirilis sebelum Januari 2028.

Kebijakan ini diumumkan di tengah kritik terhadap aturan konten digital Sony sebelumnya. Perusahaan pernah mengonfirmasi bahwa lebih dari 500 film dan acara televisi yang dibeli melalui PlayStation Store akan dihapus dari pustaka pengguna setelah perjanjian lisensi dengan StudioCanal berakhir.

Hingga saat ini, Sony belum menjelaskan apakah akan menyediakan sistem yang memungkinkan pengguna memindahkan kepemilikan game yang dibeli secara digital.