Tanggul Sungai Dengkeng yang jebol di Desa Bawak, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah, mulai diperbaiki secara darurat. Penanganan ini melibatkan sinergi berbagai unsur, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, serta relawan dan masyarakat setempat.
Kegiatan perbaikan tanggul yang rusak sepanjang sekitar 25 meter ini telah dilaksanakan sejak Kamis, 5 Maret 2026. Upaya ini difokuskan untuk meminimalkan risiko bencana banjir yang kerap melanda wilayah tersebut, terutama di musim hujan ekstrem.
Peristiwa jebolnya tanggul Sungai Dengkeng terjadi pada Selasa malam, 4 Maret 2026. Kejadian ini dipicu oleh hujan lebat hingga sedang yang mengguyur kawasan tersebut sejak pukul 16.30 WIB hingga 23.00 WIB. Akibatnya, air sungai meluap dan menggenangi permukiman penduduk di sekitarnya.
Danramil 20/Cawas, Kapten Inf Sukimanto, menegaskan pentingnya percepatan penanganan ini. “Perbaikan darurat tanggul jebol di Dukuh Jetakan, Desa Bawak, Kecamatan Cawas, dipercepat dalam rangka antisipasi dan pencegahan banjir susulan di musim hujan ekstrem saat ini,” ujarnya.
Menurut Kapten Sukimanto, percepatan perbaikan tanggul jebol merupakan langkah krusial untuk mencegah dampak negatif lebih lanjut bagi masyarakat. “Percepatan penanganan tanggul jebol ini kami lakukan secara gotong royong. Kegiatan ini menjadi bukti kuatnya sinergitas antara TNI, Polri, instansi terkait, relawan, dan masyarakat,” tambahnya, menekankan semangat kebersamaan yang menjadi kekuatan utama dalam menghadapi persoalan di wilayah tersebut.
Ia berharap, dengan adanya perbaikan tanggul ini, potensi risiko banjir dapat diminimalkan. “Dengan kegiatan perbaikan tanggul ini diharapkan dapat meminimalkan potensi risiko banjir, selain memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di daerah aliran Sungai Dengkeng,” pungkasnya.
