Warga Kota Pekanbaru, Riau, diresahkan oleh isu kelangkaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Bio Solar. Kondisi ini memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di ibu kota Provinsi Riau tersebut pada Jumat (1/5) hingga Sabtu (2/5).

“Pertalite sepanjang siang kemarin kosong di sejumlah SPBU. Kalaupun ada antriannya sangat panjang sekali sampai ke jalan. Saya baru berhasil mengisi motor pakai Pertalite tadi malam di SPBU Jalan Durian,” kata Eddy, seorang warga Pekanbaru, pada Sabtu (2/5).

Menurut keterangan petugas SPBU yang diterima Eddy, keterlambatan pasokan BBM bersubsidi menjadi penyebab utama kekosongan stok Pertalite pada siang hari. Situasi ini sontak menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Menanggapi keresahan tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, memastikan bahwa ketersediaan BBM di wilayah Riau masih dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan ketersediaan BBM di wilayah Riau dalam kondisi aman dan mencukupi, meskipun terjadi peningkatan kebutuhan di sejumlah titik SPBU,” ujar Fahrougi pada Sabtu (2/5).

Ia menjelaskan, lonjakan konsumsi BBM terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang libur panjang yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 3 Mei 2026. Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan ini, Pertamina telah mengambil langkah proaktif.

“Sebagai langkah antisipatif, kami telah meningkatkan penyaluran BBM jenis Solar dan Pertalite hingga 20 persen dari rata-rata normal,” tambah Fahrougi.

Selain itu, Pertamina juga terus melakukan pemantauan intensif serta berkoordinasi erat dengan lembaga penyalur untuk memastikan proses distribusi BBM berjalan optimal di lapangan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata,” pungkasnya.