Sekretaris Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB), Sitti Ari, meninjau langsung lokasi banjir di Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, pada Rabu (25/2/2026). Dalam kunjungannya, Sitti Ari turut menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga terdampak.
Bantuan yang disalurkan meliputi air mineral, mi instan, telur, bumbu dapur, peralatan salat seperti mukenah dan sarung, serta makanan ringan. Khusus untuk warga yang menjalankan ibadah puasa, Sitti Ari juga menyediakan kurma dan sirup sebagai makanan berbuka.
Kehadiran Sitti Ari disambut hangat oleh warga setempat dan Kepala Desa Bangket Parak, Genah Genuh. Ia menyempatkan diri untuk menyapa dan berbincang langsung dengan warga yang terdampak musibah.
Sitti Ari menyatakan keprihatinannya atas musibah banjir yang melanda warga, khususnya di empat dusun: Pasung, Sengkudu, Peliakan, dan Ranggekalo. “Saya turut prihatin terhadap musibah yang di alami warga. Apalagi di tengah menjalankan ibadah puasa. Jadi, tentu sangat berat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kunjungannya merupakan wujud perhatian dan kepedulian terhadap warga. “Kehadiran kami juga dalam rangka saling menguatkan,” kata Sitti Ari. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi NTB maupun Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, guna mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi bencana banjir yang kerap melanda desa tersebut setiap tahun.
Menurut anggota DPRD NTB dari daerah pemilihan Kabupaten Lombok Tengah ini, hingga kini belum ada solusi permanen untuk masalah banjir. “Memang sampai sekarang belum ada solusi. Apalagi wilayah ini muara dari beberapa aliran sungai, sehingga begitu hujan saja secara terus menerus pasti air sungai akan meluap hingga masuk ke rumah-rumah warga,” jelasnya. Ia berharap adanya pembangunan atau perbaikan infrastruktur, terutama drainase, untuk memperlancar aliran air saat musim hujan.
Apresiasi Kepala Desa dan Kondisi Banjir Terkini
Kepala Desa Bangket Parak, Genah Genuh, mengapresiasi kunjungan dan bantuan yang disalurkan oleh Sitti Ari. Ia membenarkan bahwa bantuan dari pemerintah daerah juga telah diterima warga.
Genah Genuh mengungkapkan bahwa desanya memang menjadi langganan banjir setiap tahun. Namun, banjir kali ini disebutnya sebagai yang terparah, dengan 382 kepala keluarga (KK) terdampak. Ketinggian air sempat mencapai 1,5 meter pada hari pertama, Selasa (24/2/2026), dan sebagian genangan masih bertahan hingga Rabu (25/2/2026). “Memang desa kami sudah langganan banjir. Hampir setiap tahun terjadi. Kalau sudah lebat hujan di utara pasti banjir desa kami ini,” ujarnya.
Genah Genuh berharap pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten, dapat segera menemukan solusi jangka panjang untuk mencegah terulangnya bencana banjir. “Harapan kita ada solusi jangka panjang baik oleh pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten sehingga banjir bisa dicegah,” katanya.
