Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf, dipercaya menjabat sebagai Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU. Penunjukan ini diumumkan saat Saifullah Yusuf bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh NU di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek pada Minggu, 29 Maret 2026.

Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan akan berlangsung pada pertengahan tahun ini, sekitar bulan Juli atau paling lambat Agustus 2026. Sejumlah persiapan telah dilakukan, termasuk pembentukan susunan kepanitiaan inti.

Persiapan dan Rangkaian Agenda Penting

Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa kepanitiaan inti Muktamar telah terbentuk dan persiapan terus berjalan secara bertahap. Sebelum Muktamar, PBNU juga akan menggelar agenda penting lainnya, yaitu Konferensi Besar (Konbes) dan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama.

Alhamdulillah saya dipercaya menjadi ketua panitia untuk seluruh rangkaian kegiatan tersebut,” ujar mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini.

Beberapa tokoh Nahdliyin turut dilibatkan dalam kepanitiaan, baik sebagai panitia pengarah maupun panitia pelaksana, di antaranya Mohammad Nuh dan Amin Said Husni. Saat ini, panitia masih menyusun struktur organisasi secara lengkap serta menyiapkan materi yang akan dibahas dalam rangkaian Konbes, Munas, hingga Muktamar.

Jadwal dan Lokasi Muktamar Belum Final

Meskipun jadwal pelaksanaan Muktamar telah diperkirakan, lokasi kegiatan akbar ini hingga kini masih belum ditentukan. PBNU memperkirakan Konbes akan digelar pada April mendatang, sementara Muktamar akan menyusul.

Kalau Muktamarnya insyaallah rencananya di bulan Juli atau selambat-lambatnya Agustus. Itu yang sudah diputuskan ya melalui rapat gabungan. Tapi kalau untuk konbes kira-kira April bulan depan,” imbuh Gus Ipul.

Muktamar ini juga menjadi momentum penting bagi kader NU karena membuka kesempatan bagi mereka yang memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU.

Tanggapan Gus Ipul Mengenai Pencalonan Ketua Umum

Saat disinggung mengenai rumor pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Ipul menanggapi dengan santai. “Potongan saya pantas apa tidak? Banyak yang lain lah,” pungkasnya.