Presenter kondang Ruben Onsu baru-baru ini membagikan sebuah kisah yang menyentuh hati mengenai putra angkatnya, Betrand Peto, atau yang akrab disapa Onyo. Dalam sebuah tayangan siniar, Ruben mengungkapkan bahwa kehadiran Onyo dalam kehidupannya merupakan sebuah anugerah luar biasa, bahkan disebutnya sebagai jawaban atas doa tulus yang ia panjatkan di Tanah Suci.
Ruben mengenang kembali momen spiritualnya saat pertama kali menunaikan ibadah umrah. Di hadapan Ka’bah, ia memanjatkan doa yang sangat personal, khususnya mengenai kerinduannya terhadap sosok seorang putra. Suami Sarwendah ini secara spesifik memohon agar diberikan kelancaran dalam berkomunikasi dengan Onyo, berharap hubungan batin di antara mereka dapat kembali terjalin harmonis.
Dengan nada penuh haru, Ruben Onsu menyatakan, “Onyo itu adalah salah satu jawaban dari doaku di Ka’bah.” Baginya, kembalinya Onyo ke dalam pelukannya adalah bentuk campur tangan Tuhan yang nyata. Ruben menegaskan bahwa dalam setiap sujudnya, ia tidak pernah memaksakan kehendak pribadi, melainkan berserah diri sepenuhnya dan siap menerima takdir yang telah digariskan.
Jawaban atas doa tulus tersebut, menurut Ruben, datang lebih cepat dan dengan cara yang sangat indah di luar dugaannya. Ia menjelaskan bahwa proses kembalinya mereka untuk bersama lagi terjadi secara alami, tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.
Menariknya, keinginan untuk kembali tinggal bersama justru lahir murni dari lubuk hati sang putra sendiri. “Dan itu bukan dari saya, tapi permintaan dari Onyo-nya,” tutur Ruben. Proses rekonsiliasi ini juga melibatkan pihak keluarga kandung Onyo yang sempat berkomunikasi langsung dengan Ruben, menanyakan kesediaannya untuk tetap menerima dan mengasuh Onyo di Jakarta.
Tanpa keraguan sedikit pun, Ruben menyambut permintaan tersebut dengan tangan terbuka dan penuh rasa syukur. Ia berkomitmen untuk selalu memberikan tempat terbaik bagi Onyo di dalam kehidupannya. Sebagai penutup, Ruben menegaskan bahwa ia selalu menyiapkan ruang khusus bagi anak-anaknya kapan pun mereka membutuhkannya. “Ada atau tidak mereka, kamar ada,” pungkasnya, sebagai bukti kasih sayang yang tidak pernah meluntur.
