BANDUNG – Air mata haru tak terbendung dari wajah gelandang Persib Bandung, Thom Haye, seusai memastikan gelar juara Super League 2025/26 pada Sabtu, 23 Mei 2026. Emosi pemain Timnas Indonesia itu meluap setelah perjuangan panjang Maung Bandung berujung manis di hadapan ribuan Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Persib Bandung, di bawah asuhan pelatih Bojan Hodak, berhasil mengunci gelar juara meski hanya bermain imbang melawan Persijap Jepara. Hasil tersebut sudah cukup untuk mengantarkan Maung Bandung berdiri kokoh di puncak klasemen akhir musim ini.
Perjalanan Penuh Tekanan Menuju Hattrick Juara
Skuad Pangeran Biru menutup musim dengan koleksi 79 poin dari 34 pertandingan. Mereka unggul head to head atas pesaing terdekat, Borneo FC, yang terus memberikan tekanan sengit hingga pekan terakhir. Persaingan ketat dengan Pesut Etam membuat perebutan gelar juara terasa seperti final hidup-mati di setiap laga.
Namun, Persib berhasil keluar sebagai pemenang setelah menunjukkan dominasinya, termasuk kemenangan penting 3-1 atas Borneo FC pada musim ini. Keberhasilan ini sekaligus menandai hattrick juara bagi Persib Bandung, sebuah pencapaian yang membanggakan.
Momen Emosional Thom Haye di Musim Debut
Selepas pertandingan, Thom Haye terlihat menangis di tengah euforia perayaan juara. Musim debutnya bersama Persib langsung berbuah trofi, sebuah momen yang ia sebut sebagai salah satu yang paling emosional dalam perjalanan kariernya.
“Kami tahu hasil imbang sudah cukup, tetapi kami tetap ingin menang. Pertandingannya sangat menegangkan, sampai akhirnya saya tidak peduli lagi dengan hasil akhirnya,” ujar Haye, menggambarkan ketegangan yang ia rasakan di lapangan.
Eks pemain Liga Belanda ini memang menjadi salah satu motor permainan vital bagi Persib sepanjang musim. Dari 28 penampilan, Haye mencatatkan kontribusi signifikan dengan lima gol dan lima asis dalam total 2.110 menit bermain. Performa konsistennya menjadi kunci keberhasilan tim meraih gelar juara.
