Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat, melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) akan menyediakan layanan administrasi kependudukan (adminduk) keliling secara gratis. Layanan ini ditujukan bagi sekitar 1.000 warga yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.
Kepala Disdukcapil Kota Mataram H Mansur menyatakan, layanan jemput bola ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir pekan ini. “Layanan adminduk bagi korban bencana hidrometeorologi, kami targetkan mulai akhir pekan ini,” kata Mansur di Mataram, Selasa (27/1/2026).
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mencatat, bencana hidrometeorologi yang terjadi pada Kamis (22/1/2026) lalu meliputi gelombang pasang, banjir rob, angin puting beliung, pohon tumbang, serta banjir akibat luapan Sungai Jangkuk. Peristiwa ini berdampak pada sekitar 1.000 jiwa.
Sebagian besar warga terdampak berada di kampung nelayan Bintaro, Kecamatan Ampenan, serta di Kelurahan Dasan Agung dan Sayang-Sayang, Kecamatan Selaparang. Berdasarkan laporan warga, banyak dokumen kependudukan mereka yang hilang akibat bencana tersebut.
Mansur menjelaskan, pihaknya kini tengah mempersiapkan layanan penerbitan adminduk dan berkoordinasi dengan aparat kelurahan serta lingkungan setempat. “Sistemnya sama seperti layanan bencana banjir saat meluapnya Kali Ancar pada 1 Juli 2025,” ujarnya.
Layanan keliling ini akan menerbitkan berbagai dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA). Petugas Disdukcapil akan mendatangi lokasi terdekat dari para korban.
“Jika tidak ada kendala, dokumen kependudukan korban bencana bisa langsung jadi,” tegas Mansur. Ia menambahkan, layanan adminduk keliling ini tidak hanya diperuntukkan bagi korban bencana, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum lainnya yang membutuhkan kelengkapan adminduk.
“Kami datang, buka layanan adminduk di lokasi bencana tidak hanya untuk korban tapi masyarakat lain juga silakan,” pungkasnya.
