Wajah dunia mode tanah air terus bergeser, membawa angin segar bagi busana tradisional. Kebaya, yang selama ini identik dengan acara formal atau pesta pernikahan, kini tampil beda di lapangan olahraga. Melalui inisiatif “Kita Berkebaya” dari Indonesia Kaya, pakaian tradisional ini sukses melantai dalam ajang Padel Berkebaya yang digelar di Bounce, Jakarta, pada Minggu, 8 Februari 2026.

Langkah berani ini menjadi bukti nyata fleksibilitas kain nusantara dalam mengikuti dinamika gaya hidup perempuan perkotaan yang serba cepat. Diiringi dentuman musik dari DJ Ninda dan DJ Neysa, para peserta menunjukkan bahwa kebaya tetap nyaman dan luwes, bahkan saat harus mengejar bola di lapangan padel.

Program Director Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan upaya strategis untuk membawa budaya ke dalam ruang personal anak muda secara alami. Menurutnya, inovasi ini bukan sekadar urusan estetika visual semata.

“Kami ingin kebaya tetap relevan meski dipakai untuk aktivitas yang memacu adrenalin. Harapannya, langkah ini ikut menggerakkan ekonomi para perajin dan desainer lokal kita,” ujar Renitasari, menegaskan misi di balik acara tersebut.

Sejumlah figur publik turut meramaikan Padel Berkebaya, di antaranya Ririn Ekawati, Anastasia Siantar, dan Noi Aswari. Mereka tampak memadukan kebaya dengan perlengkapan olahraga modern, menciptakan kesan sporty chic yang mendobrak pakem mode konvensional yang selama ini terkesan kaku.

Ririn Ekawati sendiri mengaku terkejut dengan tingkat kenyamanan yang ia rasakan. Baginya, eksperimen ini berhasil menghapus stigma bahwa mengenakan pakaian adat itu merepotkan atau penuh aturan yang membebani.

“Ternyata bermain padel memakai kebaya itu tetap terasa luwes. Ini jadi pesan kuat bahwa mencintai budaya bisa dilakukan dengan cara yang sangat personal dan tetap modis tanpa harus merasa terikat aturan kuno,” ungkap Ririn, membagikan pengalamannya.

Acara ini tidak hanya menyajikan tontonan olahraga yang unik, tetapi juga dilengkapi dengan pasar kurasi yang menawarkan berbagai pilihan kebaya kontemporer. Kehadiran pasar ini semakin mempertegas posisi budaya sebagai entitas yang hidup dan terus beradaptasi. Kolaborasi antara olahraga, musik, dan mode ini sukses mengirimkan pesan bahwa identitas bangsa mampu melebur sempurna ke dalam tren gaya hidup paling mutakhir sekalipun.