Polres Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mengerahkan puluhan personel untuk memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani selama pelaksanaan ibadah Tri Hari Suci tahun 2026. Pengamanan menyeluruh ini dilakukan di 46 gereja dan titik kegiatan ibadah di wilayah hukum PPU dengan sistem pengamanan terbuka dan tertutup.
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, pada Sabtu (4/4), menegaskan komitmen pihaknya. “Kami lakukan sistem pengamanan terbuka dan tertutup, selain itu kami juga melakukan sterilisasi lokasi ibadah, pengaturan arus lalu lintas, serta patroli rutin di sekitar area gereja guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan,” ujarnya.
Sebanyak 76 personel disiagakan untuk pengamanan statis di gereja-gereja. Selain itu, Polres PPU juga mengintensifkan patroli harian yang dilaksanakan oleh tiga regu. Setiap regu terdiri dari 21 hingga 22 personel yang bergerak secara mobile menyisir wilayah-wilayah rawan serta lokasi strategis lainnya.
“Pola patroli ini dinilai efektif dalam memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat,” tambah AKBP Andreas Alek Danantara.
Pengamanan Gabungan dan Koordinasi Lintas Sektor
Pengamanan Tri Hari Suci ini melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan fungsi, yang disiagakan sejak awal rangkaian ibadah hingga puncak perayaan. Langkah ini merupakan bentuk komitmen Polres PPU dalam menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap aman, tertib, dan kondusif.
AKBP Andreas Alek Danantara menegaskan, “Polres PPU melaksanakan pengamanan secara maksimal pada setiap rangkaian ibadah Tri Hari Suci. Kami ingin memastikan seluruh umat dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan tanpa adanya gangguan.”
Koordinasi intensif juga dilakukan bersama jajaran TNI, pemerintah daerah, serta pengurus gereja untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. “Keterlibatan berbagai pihak ini menjadi bagian penting dalam menciptakan sinergitas menjaga stabilitas keamanan daerah,” tuturnya.
Pihaknya berharap, pelaksanaan perayaan Tri Hari Suci dapat berlangsung dalam suasana damai dan penuh toleransi, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan antar umat beragama di wilayah PPU. “Kami pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, serta menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi demi terciptanya kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman,” kata Kapolres.
Polresta Balikpapan Amankan 90 Gereja
Sementara itu, di Kota Balikpapan, Polresta Balikpapan juga melaksanakan pengamanan rangkaian Tri Hari Suci tahun 2026. Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold H.Y. Kumontoy, menegaskan bahwa ratusan personel dikerahkan untuk mengamankan 90 gereja yang tersebar di beberapa wilayah kota tersebut.
“Pelayanan pengamanan pada kegiatan ibadah keagamaan kami konsentrasikan pada gereja-gereja di wilayah hukum Polresta Balikpapan, di mana ada sekitar 90 gereja yang menggelar ibadah Tri Hari Suci tahun ini,” tegas Kombes Pol Jerrold H.Y. Kumontoy.
Pengamanan ini berlangsung sejak Kamis hingga Minggu awal April 2026. Kapolresta Balikpapan terjun langsung ke lapangan, didampingi jajaran Polsek, dan berharap tidak ada kendala serta kegiatan berjalan dengan toleransi beragama yang tinggi.
“Hingga saat ini kondisi selama kegiatan Hari Raya Tri Hari Suci berlangsung dengan Kamtibmas yang kondusif, serta tetap kita bangun kebersamaan seluruh lapisan yang ada,” tuturnya.
Senada dengan Kapolresta, Kasi Humas Polresta Balikpapan, Ipda Sangidun, membenarkan bahwa pelaksanaan pelayanan pengamanan oleh jajaran Polresta Balikpapan sejak ibadah Jumat Agung berlangsung aman, lancar, dan terkendali. “Sesuai harapan semua rangkaian kegiatan Tri Hari Suci tahun 2026 di Balikpapan berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.
